Sebelum Tembus 50 Besar Dunia, Janice Tjen Sempat Berpikir Gantung Raket

AKURAT.CO, Di balik gemilangnya performa Janice Tjen di atas lapangan, tersimpan cerita emosional yang hampir saja mengubah sejarah tenis Indonesia.
Petenis berusia 23 tahun itu mengaku sempat mempertimbangkan untuk mundur sebelum benar-benar terjun ke dunia profesional.
Bukan karena penurunan performa, melainkan karena tuntutan gaya hidup atlet yang harus memiliki mobilitas sangat tinggi.
Berpindah dari satu negara ke negara lain setiap pekan dengan durasi penerbangan yang panjang serta jauh dari keluarga, diakui Janice Tjen sebagai tantangan mental yang sangat berat.
"Tetapi saya memiliki banyak orang baik di sekitar saya dan mereka terus meyakinkan saya untuk mencobanya, sehingga saya memutuskan untuk memercayai mereka dan melanjutkan karier," kata Janice Tjen dikutip laman Times of India.
Sebagai petenis profesional, Janice memang dipaksa bersahabat dengan perjalanan lintas benua sepanjang tahun.
Memasuki awal 2026 saja, ia telah melakoni lebih dari sepuluh pertandingan yang tersebar di berbagai belahan dunia.
Petualangannya dimulai dari ASB Classic di Selandia Baru, berlanjut ke Australia untuk ajang Hobart International dan Grand Slam Australian Terbuka.
Tak berhenti di situ, Janice terbang ke Asia Barat untuk berlaga di Abu Dhabi, Qatar, dan Dubai, sebelum akhirnya bertolak ke Amerika Serikat untuk turnamen bergengsi Indian Wells dan Miami Terbuka.
Janice mengungkapkan bahwa kunci ketahanannya bisa menghadapi jadwal padat yang menguras fisik dan mental tersebut adalah lantaran mendapatkan dukungan tim, terutama pelatihnya, Chris Bint.
"Pelatih saya adalah orang yang sangat positif dan selalu membawa optimisme. Ia sangat berpengetahuan dalam menjaga kesehatan fisik saya agar tetap bugar dan terhindar dari cedera," tuturnya.
Keteguhan hati Janice membuahkan hasil manis. Setelah melakoni lebih dari 90 pertandingan pada kalender tahun lalu, termasuk debut bersejarah di AS Terbuka, ia sukses menutup musim dengan gelar juara di Chennai Terbuka.
Gelar tersebut bukan sekadar trofi biasa. Janice mencatatkan diri sebagai petenis tunggal putri Indonesia pertama yang berhasil memenangi gelar WTA Tour sejak Angelique Widjaja meraihnya di Pattaya pada 2002 silam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








