Kehadiran University Boxing League Diharapkan Bisa Perkuat Fondasi Pembinaan Tinju Nasional

AKURAT.CO, Presiden University Boxing League (UBL), Sandri Karamoy, menaruh harapan besar agar ajang UBL Nasional 2026 dapat menjadi pilar penting dalam sistem pembinaan tinju di tanah air.
Ia menegaskan komitmen UBL untuk berkontribusi nyata dalam mencetak atlet-atlet yang siap mengharumkan nama bangsa di level internasional.
"Kami berharap ajang ini benar-benar bisa berkontribusi dalam pembinaan tinju Indonesia. Apalagi pada Juli mendatang ada agenda Asian Boxing U-19 dan U-23. Kami ingin dari sini ada perwakilan yang bisa muncul ke depannya," kata Sandri saat ditemui di Gedung FX, Jakarta, Jumat, 17/4.
Sandri menjelaskan bahwa tantangan terbesar dalam menggelar UBL adalah meratanya kualitas petinju di berbagai daerah.
Saat ini, pihaknya telah menjaring talenta dari enam kota besar, termasuk Bali, Banten, Yogyakarta, dan Semarang.
"Di Yogyakarta dan Semarang saja mencapai sekitar 35 partai. Kami harus memilih yang terbaik berdasarkan poin tertinggi untuk melaju ke tingkat nasional karena hampir semua peserta punya potensi yang sama," tambahnya.
Dukungan Penuh Perbati
Senada dengan Sandri, Pengurus Besar Tinju Indonesia (Perbati) mengapresiasi UBL Nasional 2026 sebagai momentum strategis untuk menjaring bibit petinju amatir dari kalangan mahasiswa.
Sekretaris Jenderal Perbati, Hengky Silatang, menegaskan bahwa UBL membuka ruang seluas-luasnya bagi talenta muda tanpa memandang latar belakang.
"Kami tidak memilih berdasarkan latar belakang, yang penting potensial. Jika memang menonjol, tentu akan kami dorong ke level internasional melalui pembinaan lanjutan," kata Hengky.
Sementara itu, wakil Ketua Umum Perbati, Sultan Sapta, menambahkan bahwa potensi mahasiswa sangat besar untuk diproyeksikan menjadi atlet nasional, asalkan melalui proses seleksi yang terstruktur seperti kejuaraan nasional.
UBL Nasional 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 23/5 mendatang di Jakarta. Ajang ini merupakan puncak dari UBL Season 1 yang telah melakukan roadshow di enam provinsi, melibatkan lebih dari 60 universitas dan 280 mahasiswa.
Sebanyak 18 petinju terbaik akan bertarung memperebutkan sembilan sabuk juara nasional di berbagai kelas. Sandri menekankan bahwa perjalanan para atlet tidak akan berhenti di level nasional saja.
"Kami sudah menyiapkan rencana jangka panjang. Setelah nasional, akan ada roadshow di Jabodetabek untuk seleksi musim berikutnya. Target kami adalah mengirim satu atlet terbaik ke ajang internasional," kata Sandri.
Ke depannya, UBL berencana memperluas jangkauan hingga ke 14 provinsi guna membangun ekosistem tinju mahasiswa yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini







