Ahmad Khoirul Basith Bidik Emas Panahan Asian Games di Tengah Kuliah di Universitas Budi Luhur

AKURAT.CO, Menjadi atlet nasional sekaligus mahasiswa bukanlah perkara mudah. Namun, bagi Ahmad Khoirul Basith, pemanah andalan Indonesia peraih medali perunggu Asian Games Hangzhou, keseimbangan antara prestasi di lapangan dan nilai di ruang kuliah adalah target yang harus dipanah dengan tepat.
Saat ini, Basith tengah menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, jurusan Manajemen, Universitas Budi Luhur (UBL). Pilihan jurusan ini bukan tanpa alasan, ia ingin meneruskan estafet bisnis keluarga yang bergerak di bidang suplai beras.
"Kebetulan orang tua saya pengusaha. Jadi saya ingin meneruskan usaha keluarga, seperti memasok beras ke restoran-restoran," ungkap Basith saat berbincang dengan Akurat.co.
Masuknya Basith ke Universitas Budi Luhur terbilang unik. Usai tampil gemilang di Hangzhou 2023, ia mendapat tawaran beasiswa. Menariknya, saat itu UBL belum memiliki skema khusus untuk cabang olahraga panahan.
"Waktu itu saya coba daftar, tapi untuk panahan belum ada. Terus saya request dan Alhamdulillah berhasil. Prosesnya mudah, kurang dari sebulan sudah dapat beasiswa," kenangnya.
Siasat Kuliah di Tengah Pelatnas
Tantangan sesungguhnya muncul saat jadwal latihan di Training Center (TC) bentrok dengan kegiatan belajar mengajar (KBM). Berlatih dari pagi hingga malam di kawasan GBK Senayan membuat waktu belajarnya terbatas. Beruntung, pihak kampus memberikan fleksibilitas tinggi.
Basith memanfaatkan web UBL untuk belajar mandiri di waktu luang atau malam hari. Selain itu, pihak kampus juga memberikan dispensasi ujian susulan jika jadwal pertandingan, seperti SEA Games, bertepatan dengan masa ujian.
"Terakhir lihat IPK saya 3,2. Penilaian diambil dari prestasi dan ujian susulan, bukan sekadar absen," tuturnya.
Menatap Asian Games 2026 Nagoya
Fokus Basith kini terbagi ke arah Jepang. Persiapan menuju Asian Games 2026 di Nagoya sudah mulai digeber. Latihan fisik dan teknik dilakukan intensif setiap hari di GBK, dengan hanya menyisakan hari Minggu untuk beristirahat.
Persaingan internal di nomor Recurve Putra pun kian memanas. Dari empat nama besar, Basith, Arif Dwi Pangestu, Riau Ega Agatha Salsabila, dan Alviyanto Bagas Prastyadi, hanya tiga orang yang akan diberangkatkan sesuai kebijakan edisi kali ini.
"Sekarang masih program umum, lagi digeber fisik dan teknik. Nanti bulan Mei ada try out di World Cup Shanghai sebagai ajang pemanasan," kata Basith.
Berbicara mengenai peluang medali, Basith menaruh optimisme tinggi pada nomor Recurve Team. Meski harus menghadapi raksasa dunia seperti Korea Selatan, China, dan India, ia percaya kekompakan tim Indonesia adalah kunci.
"Kalau untuk Asia Tenggara, kita nomor satu. Tapi untuk Asia secara keseluruhan, tantangannya ada di Korea dan China. Saya akan latihan lebih keras lagi dibanding tahun lalu supaya bisa dapat hasil terbaik," pungkasnya optimis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








