Akurat Logo

Prancis Terbuka: Sengit dan Sulit Diprediksi! Intip Peta Persaingan Panas Empat Bagan Utama Roland Garros

Dian Eko Prasetio | 24 Mei 2026, 02:17 WIB
Prancis Terbuka: Sengit dan Sulit Diprediksi! Intip Peta Persaingan Panas Empat Bagan Utama Roland Garros

AKURAT.CO, Grand Slam kedua musim ini, Prancis Terbuka 2026 atau yang lebih dikenal dengan nama Roland Garros, resmi bergulir di atas lapangan tanah liat merah, Stade Roland Garros, Paris, Prancis, pada 24 Mei hingga 7 Juni 2026.

Dengan rontoknya dominasi para pemain top lima besar di turnamen pemanasan Madrid dan Roma, Roland Garros edisi kali ini disebut-sebut sebagai salah satu turnamen paling kompetitif dan paling sulit diprediksi.

Pada bagan drawing pertama, petenis nomor satu dunia, Aryna Sabalenka, memimpin bagan teratas ini bersama Jessica Pegula dan Victoria Mboko.

Aryna Sabalenka, yang merupakan finalis tahun lalu, mengusung misi balas dendam setelah trofinya direbut Coco Gauff.

Kendati tetap diunggulkan, performa Aryna Sabalenka di tanah liat belakangan ini sedang menurun pasca-tumbang di Madrid oleh Hailey Baptiste dan tersingkir di Roma oleh Sorana Cirstea.

Di bagan ini, babak perempat final kemungkinan bakal menyajikan pertarungan antara Aryna Sabalenka vs Jessica Pegula.

Sabalenka secara head-to-head dominan 9-3, termasuk menyapu bersih enam set di tanah liat. Namun, Pegula selalu mampu memaksakan laga berjalan ketat.

Sementara pada bagan drawing kedua, adalah panggung milik juara bertahan, Coco Gauff. Ia akan mengawali misinya mempertahankan takhta di bagan kedua ini dengan modal rekor 8-3 di lapangan tanah liat musim ini.

Kerikil tajam di blok ini dihuni oleh petenis-petenis berbahaya seperti Amanda Anisimova, Zheng Qinwen, Maria Sakkari, hingga semifinalis kejutan tahun lalu, Lois Boisson.

Mental Gauff bahkan sudah harus diuji sejak putaran pertama dengan menghadapi Taylor Townsend. Apalagi Townsend terkenal sebagai pembunuh raksasa di panggung besar.

Dalam pertemuan satu-satunya mereka di tanah liat (Charleston 2019), Townsend sukses membungkam Gauff yang kala itu masih berusia 15 tahun.

Sementara untuk kemungkinan babak perempat final, Coco Gauff kemungkinan bakal menghadapi Amanda Anisimova.

Unggulan keempat itu unggul tipis 2-1 secara rekor pertemuan, namun Gauff memenangi satu-satunya duel mereka di lapangan tanah liat Parma pada 2021 lalu.

Beralih ke bagan drawing ketiga, kuarter ini bisa dibilang sebagai grup neraka karena dihuni oleh ratu tanah liat, Iga Swiatek.

Membawa formula kepelatihan baru bersama Francisco Roig setelah digembleng di Rafa Nadal Academy, pemilik empat gelar Roland Garros ini dikepung oleh dua juara turnamen WTA 1000 teraktual, Marta Kostyuk dan Elina Svitolina.

Iga Swiatek punya rekor mentereng di Paris, tidak pernah kehilangan satu set pun di babak pertama sepanjang kariernya. Jika tanpa kendala, Swiatek kemungkinan berjumpa Elina Svitolina di babak perempat final.

Rekor pertemuan kedua petenis cukup ketat 4-3 untuk Swiatek. Namun, Svitolina sedang di atas angin setelah menumbangkan Swiatek di semifinal Roma Terbuka pekan lalu.

Beralih ke bagan drawing terakhir, kuarter ini dipimpin oleh petenis nomor dua dunia sekaligus jawara Stuttgart Terbuka, Elena Rybakina.

Kuarter ini terbilang sangat dalam karena diisi oleh finalis Madrid, Mirra Andreeva, mantan finalis Paris, Jasmine Paolini, Hailey Baptiste yang sedang dalam performa terbaiknya, hingga veteran tangguh Sorana Cirstea.

Pada bagan ini laga perempat final kemungkinan bakal mempertemukan Elena Rybakina vs Mirra Andreeva yang datang sebagai unggulan kedelapan.

Kedua petenis sama kuat dalam rekor pertemuan dengan skor 2-2. Namun, Rybakina memenangi bentrok tanah liat terakhir mereka di Stuttgart bulan lalu.


Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.