Akurat Logo

Prancis Terbuka: Kram Hebat Hentikan Jannik Sinner, Cerundolo Ciptakan Kejutan Terbesar

Dian Eko Prasetio | 29 Mei 2026, 19:48 WIB
Prancis Terbuka: Kram Hebat Hentikan Jannik Sinner, Cerundolo Ciptakan Kejutan Terbesar
Ekspresi petenis asal Italia, Jannik Sinner, saat dikalahkan Juan Manuel Cerundolo di putaran kedua Prancis Terbuka 2026 di Paris, Prancis, Kamis (28/5/2026). ROLAND GARROS/Loic Wacziak

AKURAT.CO, Tenis dunia dikejutkan dengan runtuhnya petenis nomor satu dunia sekaligus favorit utama juara, Jannik Sinner, di panggung tanah liat Prancis Terbuka atau Roland Garros 2026 pada putaran kedua, Kamis (28/5/2026) malam WIB.

Ironisnya, Jannik Sinner yang sempat berada di ambang kemenangan harus merelakan tiket putaran ketiga Prancis Terbuka tahun ini jatuh ke tangan petenis Argentina, Juan Manuel Cerundolo.

Jannik Sinner menyerah dalam drama lima set 6-3, 6-2, 5-7, 1-6, dan 1-6 yang diwarnai kendala fisik pada pertandingan Prancis Terbuka kali ini.

Kekalahan petenis Italia berusia 24 tahun ini terbilang sangat menyakitkan. Sinner sejatinya tampil sangat dominan dan sudah memegang kendali penuh ketika memimpin jauh 5-1 di set ketiga.

Namun, petaka datang saat tubuhnya mulai dihantam kram hebat. Sinner mendadak kesulitan bergerak dan gagal menutup pertandingan dalam dua kesempatan match point berbeda.

Puncaknya, ia terpaksa meminta medical timeout saat tertinggal 0-40 pada gim kesepuluh di set ketiga. Setelah momen itu, pergerakan Sinner kian terbatas.

Situasi ini dimanfaatkan dengan sangat cerdik oleh Cerundolo (peringkat 56 dunia) yang langsung mengambil alih permainan dengan menyapu bersih 18 dari 20 gim terakhir untuk membalikkan keadaan.

"Jannik Sinner sebenarnya pantas memenangi pertandingan ini dan saya tidak tahu apa yang terjadi setelah itu. Saya turut sedih untuknya dan berharap dia segera pulih," kata Cerundolo dikutip laman resmi ATP.

Tumbangnya Sinner menjadi tinta emas bagi Cerundolo. Ia menjadi petenis pertama di abad ini yang mampu menyingkirkan unggulan teratas Roland Garros sebelum babak ketiga, mengulangi sejarah yang diukir Karol Kucera pada tahun 2000 silam.

Sementara bagi Sinner, hasil minor ini melayangkan mimpi besarnya untuk mengukir sejarah. Roland Garros menjadi satu-satunya turnamen mayor yang belum pernah ia menangi untuk melengkapi empat koleksi gelar Grand Slam-nya.

Selain itu, kekalahan ini sekaligus memutus rekor 30 kemenangan beruntun milik Sinner di musim 2026 setelah sebelumnya sukses menyapu bersih lima gelar ATP Masters 1000.

Kendala fisik akibat cuaca sejatinya sempat menimpa Sinner di Australia Terbuka awal tahun ini saat menghadapi Eliot Spizzirri. Namun kala itu, dewi fortuna masih menaunginya karena panitia menutup atap stadion sehingga ia bisa memulihkan kondisi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.