Akurat Logo

Prancis Terbuka: Aryna Sabalenka Bungkam Osaka di Sesi Malam, Dominasi Italia Guncang Sektor Putra

Dian Eko Prasetio | 2 Juni 2026, 14:34 WIB
Prancis Terbuka: Aryna Sabalenka Bungkam Osaka di Sesi Malam, Dominasi Italia Guncang Sektor Putra
Petenis asal Belarusia, Aryna Sabalenka, saat tampil menghadapi wakil Jepang, Naomi Osaka, di babak 16 besar Prancis Terbuka 2026 di Paris, Prancis, Selasa (2/6/2026). X/Roland Garros

AKURAT.CO, Langkah petenis putri nomor satu dunia, Aryna Sabalenka, masih belum terbendung di panggung Prancis Terbuka (Roland Garros) 2026.

Melakoni duel pada babak 16 besar Prancis Terbuka, petenis asal Belarusia tersebut sukses meredam perlawanan sengit pemilik empat gelar Grand Slam, Naomi Osaka.

Tampil perkasa dalam laga yang menandai kembalinya sektor putri di slot utama sesi malam Lapangan Philippe-Chatrier, Paris, Prancis, Selasa (2/6/2026), setelah tiga tahun absen, Aryna Sabalenka menang dua set langsung dengan skor 7-5 dan 6-3.

Kemenangan ini sekaligus mengubur impian comeback terbaik Osaka di tanah liat Paris.

Di sisi lain, Aryna Sabalenka kini menobatkan diri sebagai satu-satunya mantan juara Grand Slam yang tersisa di seluruh bagan undian, baik sektor tunggal putra maupun putri.

"Saya tidak menyangka akan melakukan servis sebagus itu. Saya merasa penampilan saya semakin membaik di setiap pertandingan," kata Sabalenka dikutip laman WTA.

"Saya berharap pertandingan hari ini adalah sebuah awal. Ini seperti kami membuka pintu sesi malam bagi petenis putri."

Kemenangan ini mengantarkan Sabalenka melangkah ke babak perempat final dan sudah ditunggu oleh wakil Rusia, Diana Shnaider.

Masih dari sektor putri, kejutan terjadi saat penakluk Coco Gauff, Anastasia Potapova, harus tumbang di tangan Anna Kalinskaya lewat drama tie-break ketat 6-4, 2-6, dan 7-6 (10-7).

Kalinskaya selanjutnya akan ditantang petenis kejutan asal Polandia, Maja Chwalinska.

Sementara dari sektor putra, gugurnya Jannik Sinner dan Novak Djokovic pada babak awal membuat peta persaingan sektor tunggal putra menjadi sangat terbuka.

Momentum ini dimanfaatkan betul oleh pasukan petenis Italia untuk menginvasi babak perempat final.

Matteo Berrettini, mantan runner-up Wimbledon yang sempat akrab dengan cedera ini, sukses menghentikan langkah penakluk Jannik Sinner, Juan Manuel Cerundolo, dengan skor 6-3, 7-6 (7-2), dan 7-6 (8-6).

Menempati peringkat 105 dunia, Berrettini menjadi petenis berperingkat terendah yang mampu menembus perempat final Paris sejak Igor Andreev pada tahun 2007.

"Tenis adalah cinta dalam hidup saya. Jika tidak, saya tidak akan terus kembali setelah semua rintangan dan cedera," ucap Berrettini emosional.

Selanjutnya ada Matteo Arnaldi, petenis peringkat 104 dunia yang menciptakan sensasi luar biasa setelah memenangi laga maraton selama lima jam 26 menit melawan Frances Tiafoe yang berakhir pukul 01.08 dini hari waktu setempat.

Arnaldi menang dramatis 7-6 (7-5), 6-7 (5-7), 3-6, 7-6 (7-3), dan 6-4, serta akan menantang Berrettini pada perempat final.

Ada juga Flavio Cobolli. Unggulan kesepuluh ini ikut mengamankan tiket delapan besar usai menjegal Zachary Svajda 6-2, 6-3, 6-7 (3-7), dan 7-6 (7-5). Cobolli sempat tegang setelah membuang keunggulan jauh pada set keempat.

"Pertandingan belum selesai dan hari ini saya hampir buang air di celana. Saya senang tetapi masih gugup," jelas Cobolli.

Pada babak perempat final, Cobolli akan menghadapi ujian mahaberat dari unggulan keempat asal Kanada, Felix Auger-Aliassime.

Auger-Aliassime kini menjadi petenis dengan peringkat tertinggi yang tersisa di paruh atas undian putra setelah melenggang mulus menyingkirkan Alejandro Tabilo 6-3, 7-5, dan 6-1.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.