Akurat Logo

UniLeague 2026 Hadirkan Mind Corner, Kampanyekan Kesehatan Mental dan Perdamaian Lewat Sepakbola

Zainal Hasan | 12 Juni 2026, 23:27 WIB
UniLeague 2026 Hadirkan Mind Corner, Kampanyekan Kesehatan Mental dan Perdamaian Lewat Sepakbola
Perwakilan Kemenlu dan UN menghadiri pertandingan Unileague bersama Praktisi Sepak Bola Indonesia, Ratu Tisha Destria di Stadion UMJ, Jakarta, Minggu (7/6/2026). CUITAN62

AKURAT.CO, Kompetisi Liga Universitas (UniLeague) 2026 tak hanya menghadirkan persaingan di atas lapangan, tetapi juga membawa pesan sosial yang kuat bagi para peserta dan suporter.

Salah satunya melalui kehadiran Mind Corner, sebuah ruang interaktif yang mengajak publik lebih peduli terhadap kesehatan mental dan nilai-nilai perdamaian.

Program tersebut hadir saat laga Regional Jakarta yang mempertemukan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) melawan Universitas Kristen Indonesia (UKI) di Stadion UMJ, Tangerang Selatan, pada 7 Juni 2026.

Di tengah atmosfer pertandingan yang penuh semangat, Mind Corner menjadi ruang refleksi bagi para pengunjung. Melalui berbagai aktivasi yang disediakan, peserta diajak untuk lebih mengenali dan menerima kondisi emosional yang mereka rasakan.

Salah satu aktivitas yang menarik perhatian adalah Mood Check Board. Melalui fasilitas tersebut, para suporter dapat mengungkapkan suasana hati mereka secara jujur, mulai dari rasa bahagia, penuh semangat, perasaan biasa saja, hingga kecemasan. Pesan yang ingin disampaikan sederhana, yakni setiap emosi layak diakui dan dihargai.

Selain itu, tersedia pula Peace Pledge Wall yang mengajak pengunjung menuliskan komitmen pribadi untuk menciptakan lingkungan yang lebih positif.

https://akurat.co/arena/864286/pbb-apresiasi-semangat-play-for-peace-di-unileague-2026-semoga-jadi-contoh-dunia

Mulai dari sikap saling mendukung, menghormati sesama, hingga menjaga perdamaian baik di dalam maupun di luar arena pertandingan.

Kehadiran Mind Corner menjadi bagian dari kampanye yang terus digaungkan UniLeague 2026 melalui slogan #Football4MentalHealth dan gerakan Play For Peace.

Kampanye tersebut menegaskan bahwa sepak bola bukan hanya soal kemenangan, tetapi juga sarana membangun empati dan kepedulian sosial.

Program ini turut mendapat perhatian dari sejumlah tokoh yang hadir menyaksikan pertandingan. Mereka di antaranya Kepala Perwakilan PBB di Indonesia, Gita Sabharwal, Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI Heru Hartanto, Staf Ahli Bidang Sosial Budaya dan Pembangunan Manusia Kementerian Luar Negeri RI Kamapradipta Isnomo, serta praktisi sepakbola Indonesia, Ratu Tisha Destria.

Mereka bahkan ikut berpartisipasi dalam aktivasi Peace Pledge Wall dan memberikan apresiasi terhadap pesan yang dibawa UniLeague. Heru Hartanto menilai sepak bola memiliki kekuatan untuk menyampaikan pesan universal tentang perdamaian sekaligus menjadi sarana yang mendukung kesehatan mental.

"Sepakbola merupakan bahasa universal, di mana pertandingan menunjukkan sportivitas dan penghormatan kepada pemain yang lainnya. Di tribun kita juga melihat ada koneksi antara penonton suporter maupun seluruh pihak yang terlibat dan di sini semua mengembangkan satu misi bersama bahwa perdamaian ini membawa pesan universal untuk semua kalangan."

"Saya juga melihat secara real, opportunity mereka untuk mengembangkan kesehatan mental sebagai bagian dari permainan," ujar Heru Hartanto dalam keterangan resminya.

Sementara itu, Ratu Tisha Destria menyoroti peran UniLeague yang tidak hanya berfungsi sebagai kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi wadah pengembangan ilmu pengetahuan dan penelitian di bidang sepakbola.

"Jadi ajang UniLeague ini tidak hanya ada di lapangan, tapi nanti kita take it to the next level research dan teknologi," kata Tisha.

Menurutnya, sejumlah mahasiswa bahkan telah memanfaatkan UniLeague sebagai bahan penelitian akademik untuk jenjang Master maupun Doctor of Philosophy (PhD), yang nantinya akan dipresentasikan dalam National Conference of Football Science pada September 2026.

Tisha juga memberikan pesan kepada para pelatih dan mahasiswa yang terlibat dalam kompetisi tersebut agar memanfaatkan format liga sebagai sarana pembelajaran jangka panjang.

"Untuk para coaches, karena ini adalah berupa liga, gunakan kesempatan ini semaksimal mungkin untuk menerapkan apa yang kita impikan di dalam teknikal sepak bola yaitu bermain, istirahat, evaluasi, latihan, bermain lagi. Terus berulang sampai dengan nanti liganya selesai. Karena konsistensi dan repetisi yang berarti dari sebuah kedisiplinan dalam olahraga dimulai dari lingkungan Universitas ini," jelasnya.

Dukungan terhadap UniLeague juga datang dari Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir. Dalam sambutan video saat peluncuran UniLeague 2026 pada April lalu, ia menilai kompetisi tersebut dapat menjadi wadah positif bagi pengembangan generasi muda Indonesia.

"Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mengadakan kompetisi sepak bola mahasiswa nasional, UniLeague 2026. Kompetisi ini menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda Indonesia. Melalui semangat Play For Peace #Football4MentalHealth, kita diingatkan bahwa olahraga dapat menjadi medium untuk membangun empati, memperkuat karakter serta saling menguatkan di tengah dinamika kehidupan," kata Erick Thohir.

Sebagai informasi, UniLeague 2026 berlangsung di dua wilayah, yakni Jakarta dan Bandung. Kompetisi yang digelar sejak 14 April hingga 17 Agustus 2026 itu mempertandingkan total 98 laga dengan melibatkan delapan tim di Regional Jakarta dan tujuh tim di Regional Bandung.

Selain menjadi ajang pencarian talenta sepakbola kampus, UniLeague juga diharapkan mampu membentuk karakter generasi muda yang menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, persatuan, serta kepedulian terhadap kesehatan mental dan perdamaian.


Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.