Akurat Logo

Asian Games: Dobel Target, Riau Ega Agatha Bidik Medali Sekaligus Tiket Olimpiade LA 2028

Dian Eko Prasetio | 21 Juli 2026, 19:03 WIB
Asian Games: Dobel Target, Riau Ega Agatha Bidik Medali Sekaligus Tiket Olimpiade LA 2028
Atlet panahan Indonesia, Riau Ega Agatha Salsabila, saat mengungkapkan targetnya di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 saat ditemui di Lapangan Panahan Komplek GBK, Jakarta, Selasa (21/7/2026). AKURAT.CO/Dian Eko Prasetio

AKURAT.CO, Tim Panahan Indonesia mengusung misi ganda pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Tak sekadar membidik medali untuk melampaui dua perunggu di edisi sebelumnya, skuad Merah Putih mematok target untuk bisa mengunci tiket menuju Olimpiade Los Angeles 2028 di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Misi ini ditegaskan langsung oleh pemanah senior andalan Indonesia, Riau Ega Agatha Salsabila.

Menurut Ega, pesta olahraga terbesar se-Asia yang bergulir pada 19 September hingga 4 Oktober 2026 ini memiliki nilai yang sangat krusial karena sekaligus menjadi ajang kualifikasi Olimpiade (Olympic qualifier).

"Mudah-mudahan di Asian Games nanti ada peningkatan prestasi, khususnya di tim recurve dan compound," tegas Riau Ega di Jakarta, Selasa (21/7/2026).

"Kita harus bisa ambil kesempatan karena ada Olympic qualifier. Target kita bisa bawa pulang medali sekaligus tiket Olimpiade."

Untuk mengamankan tiket menuju Los Angeles 2028, berdasarkan Technical Handbook (THB), seorang atlet idealnya wajib bertengger di podium tertinggi atau peringkat pertama.

Namun, Ega optimistis peluang Indonesia tetap terbuka lebar berkat regulasi persaingan yang memisahkan nomor beregu dan individu.

"Di sana ada kualifikasi nomor beregu dan individu. Kalau ada satu atlet dari negara lain yang mendapat dua tiket di dua nomor berbeda, kuotanya bisa melimpah turun ke atlet di bawahnya. Celah dan kesempatan inilah yang harus kita manfaatkan betul," beber Ega.

Guna mengejar misi besar tersebut, fokus utama Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Panahan saat ini digeser ke pemantapan simulasi pertandingan.

Porsi duel internal antar-atlet diperbanyak untuk menggembleng mentalitas bertarung usai menjalani serangkaian uji coba sepanjang tahun.

"Program latihan sekarang lebih banyak mengejar ketertinggalan. Kami perbanyak simulasi pertandingan dan turnamen antar-atlet agar atmosfer kompetisinya makin dapet," lanjutnya.

Mengenai peta kekuatan di Aichi-Nagoya nanti, Ega menilai peta persaingan panahan di kawasan Asia kini makin merata.

Meski Korea Selatan masih menjadi negara yang diwaspadai, meratanya peta kekuatan justru memberikan celah bagi Indonesia untuk menyodok ke jajaran elite.

"Semua pemanah terbaik dunia itu asalnya dari Asia. Mudah-mudahan besok di Asian Games, Indonesia jadi salah satu yang terbaik di antaranya," jelas Ega optimis.

Di luar masalah teknis di lapangan, Ega turut menggarisbawahi pentingnya dukungan faktor pendukung seperti fisioterapis atau masseur yang melekat bersama tim.

Durasi tanding yang panjang dan tekanan tinggi membuat keberadaan penata pijat sangat vital untuk mempercepat recovery fisik para atlet.

Terkait adaptasi cuaca, karakter hembusan angin di Jepang diperkirakan tidak jauh berbeda dengan lokasi latihan di tanah air.

Namun, Ega menyambut baik rencana PB Perpani yang meminta jadwal keberangkatan lebih awal demi proses aklimatisasi yang jauh lebih maksimal.

"Kalau bisa datang lebih cepat ke Jepang tentu jauh lebih baik. Adaptasi angin dan lapangannya jadi bisa lebih maksimal sebelum bertanding," katanya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.