Akurat Logo

Lupakan Psywar Ryan Garcia, Conor Benn Siap Ulangi Sejarah Sang Ayah

Dian Eko Prasetio | 11 Agustus 2026, 13:59 WIB
Lupakan Psywar Ryan Garcia, Conor Benn Siap Ulangi Sejarah Sang Ayah
Petinju asal Inggris, Conor Benn, dalam sesi latihan menjelang duel kontra Ryan Garcia, 10 Agustus 2026. X/notifight

AKURAT.CO, Petinju asal Inggris, Conor Benn, punya rasa percaya diri tinggi jelang bentrokan terbesarnya tahun ini.

Petarung berusia 29 tahun itu menegaskan siap menghentikan pemegang sabuk juara dunia kelas welter World Boxing Council (WBC), Ryan Garcia, saat keduanya bertarung di Las Vegas, Amerika Serikat, pada 12 September mendatang.

Tampil di markas lawan sama sekali tidak menciutkan nyali Conor Benn. Laga ini menjadi momentum emas baginya untuk menyabet gelar juara dunia perdana sepanjang karier profesionalnya.

Sekaligus mengulang kejayaan sang ayah, Nigel Benn, yang pernah menguasai sabuk WBC pada era 1992-1995.

Menjelang duel, Ryan Garcia yang dikenal kerap melancarkan perang urat saraf (psywar) terus mencecar Conor Benn di media sosial.

Namun, Benn menegaskan bahwa celotehan Ryan Garcia tidak akan pernah menggoyahkan fokusnya.

"Semua itu hanya omong kosong. Itu sebenarnya tidak membuat saya khawatir dan tidak mengganggu saya. Saya datang hanya untuk merebut gelarnya," kata Benn dikutip Sky Sports, Selasa (11/8/2026).

Langkah Benn menuju panggung perebutan gelar juara dunia tidak diraih dengan mudah. Sebelum resmi menantang Garcia, ia baru saja mengemas kemenangan mengesankan atas Regis Prograis pada April lalu di Tottenham Hotspur Stadium.

Setelah berhasil membalaskan kekalahan profesional pertamanya dari Eubank Jr lewat rematch manis pada November 2025, Benn merasa mental bertandingnya kini berada di level tertinggi untuk menghadapi atmosfer panas di Las Vegas.

"Saya mempersiapkan diri dengan sangat keras dan selalu bekerja maksimal. Saya sudah menerima kesempatan ini dengan kedua tangan dan saya datang ke sana untuk membuat kekacauan," jelas Benn.

Di atas kertas, Ryan Garcia tentu menjadi ujian terberat dalam karier Benn. Meski mengantongi rekor dua kali kalah, Garcia dikenal memiliki kecepatan tangan dan daya ledak pukulan yang sangat berbahaya.

Apalagi, Garcia sendiri baru saja merebut sabuk kelas welter WBC usai menang angka atas Mario Barrios di Las Vegas pada Februari 2026 lalu.

Kendati Garcia lebih diunggulkan oleh banyak pengamat, Benn justru merasa nyaman berstatus sebagai petinju non-unggulan (underdog).

Menurutnya, tekanan besar sejak awal karier telah membentuk mentalitas bertarungnya menjadi jauh lebih matang.

"Saya rasa setiap pertarungan yang saya jalani telah membawa saya ke momen ini. Semua tekanan yang saya hadapi di awal karier telah mempersiapkan saya untuk malam-malam besar," kata Benn.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.