AKURAT.CO, Pasangan ganda putri bulutangkis Indonesia, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti, belum mampu melanjutkan langkah mereka ke babak perempat final Indonesia Terbuka 2024.
Langkah Apriyani/Fadia dihentikan wakil Malaysia, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan, lewat laga straight set dengan skor 18-21 dan 19-21 di laga babak 16 besar Indonesia Terbuka di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (6/6).
Takluk setelah melewati laga berdurasi 49 menit, Apriyani/Fadia mengakui kekalahan mereka kali ini lantaran sang lawan tampil lebih siap di laga Indonesia Terbuka. Sementara mereka kerap melakukan kesalahan sendiri.
"Ya tadi kami mengakui mereka lebih konsisten dan kami banyak mati sendiri, jadi pada akhirnya membuat mereka lebih lagi bisa (mengembangkan permainan)," kata Apriyani selepas laga di Istora, Kamis (6/6).
Ini merupakan kekalahan ketiga Apriyani/Fadia atas pasanhan ganda putri Malaysia tersebut. Membuat head-to-head keduanya saat ini menjadi sama kuat dengan kedudukan 3-3.
Padahal, di pertemuan terakhir pada babak final Hong Kong Terbuka tahun lalu, Apriyani/Fadia mampu mengatasi perlawanan Pearly/Thinaah dengan skor 14-21, 24-22, dan 21-9.
Sebenarnya, tidak banyak perubahan yang dirasakan Apri/Fadia saat menghadapi wakil Malaysia itu. Yang membedakan pada laga kali ini adalah Pearly/Thinaah adalah pasangan yang lebih siap dibanding Apri/Fadia.
"Sebenarnya tidak ada perbedaan, mereka lebih siap. Sementata kami lebih banyak mari sendiri dan gampang membuang poin," kata Fadia menjelaskan.
Hasil ini sekaligus menjadikan Gregoria Mariska Tunjung menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang tampil di Olimpiade yang masih bertahan di Indonesia Terbuka 2024. Lima wakil lainnya yang juga tampil di Paris pada Juli mendatang sudah pada tersingkir.
Untuk bisa memaksimalkan gelaran Olimpiade, pembelajaran yang didapatkan Apriyani/Fadia pada laga kali ini adalah untuk meningkatkan komunikasi di lapangan.
"Kami dari sini hawanya sudah dapat, antisipasi permainan kami juga sudah dapat lagi. Tinggal komunikasi kami dalam hal tekanan di lapangan yang perlu ditingkatkan antara saya dan Fadia," jelas Apri.
"Sekarang ini memang (itu) yang harus disiapkan, bahwa setiap pola permainan itu, lima sampai enam poin harus lebih konsisten lagi. Itu sih, dari situnya (perbaikan yang perlu ditingkatkan)."