PBSI Bakal Bawa Insiden Zhang Zhi Jie ke BWF, Ajukan Perubahan Regulasi tentang Tim Medis

AKURAT.CO, Insiden meninggalnya atlet muda China, Zhang Zhi Jie, saat tampil di Kejuaraan Bukutangkis Junior Asia 2024 yang berlangsung di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Minggu (30/6) kemarin, menjadi duka bagi dunia bulutangkis.
Bahkan beredar di media sosial meninggalnya pebulutangkis tunggal putra itu lantaran telatnya penanganan tim medis di dalam lapangan. Dari video yang beredar, ada jeda sekitar 40 detik dari kolapsnya Zhang Zhi Jie untuk segera ditangani tim medis yang berjaga.
Mengomentari lambatnya tim medis masuk ke dalam lapangan untuk melakukan penanganan, Humas PP PBSI, Broto Happy, menyebut tindakan tersebut sudah sesuai dengan aturan tertulis dari Prosedur Operasi Standar (SOP) dan panduan (guidelines) yang berlaku di setiap turnamen bulutangkis internasional dari BWF dan Badminton Asia.
Baca Juga: PBSI: Tim Medis Baru Masuk Lapangan setelah 40 Detik Zhang Zhi Jie Kolaps
Namun, demi menghindari kejadian serupa di masa mendatang, PBSI berencana bakal membawa insiden ini untuk dibahas bersama BWF untuk bisa merevisi SOP dan panduan tentang peran tim medis di lapangan pertandingan.
"Aturan tertulis dari SOP dan guidelines tentang tim medis yang tidak bisa serta masuk ke lapangan sebelum ada call dari referee (wasit) harus kita kaji ulang. Kami akan membawa kasus ini ke BWF demi kebaikan dan keselamatan atlet di masa depan," kata Broto Happy dalam jumpa pers di Kompleks GOR Amongrogo, Yogyakarta, Senin (1/7).
"Manajemen pertandingan semuanya dikomando oleh referee. Jadi kalau lihat di video, referee belum ada atau belum memutuskan memanggil tim medis yang ada di lapangan. Itu yang bisa saya sampaikan. Kalau kenapa, mungkin bisa ditanyakan ke referee."
Hal tersebut lah yang menjadi landasan PBSI untuk meminta BWF bisa merevisi aturan tentang tim medis yang baru bisa masuk ke dalam lapangan setelah mendapat panggilan dari referee yang memimpin pertandingan.
Baca Juga: Zhang Zhi Jie Meninggal di AJC Yogyakarta, Ini Kata PBSI
"Bila terjadi kejadian darurat, aturan itu bisa dikalahkan. Semuanya demi keselamatan atlet dan juga kebaikan seluruh pemain," jelas Broto.
Namun, berdasarkan video yang beredar tersebut, Tim Media RSUP Dr. Sardjito, Dt dr Nahar Taufiq, Sp.JP (K), mengatakan korban sejatinya telah ditangani dengan baik oleh dokter di lapangan.
"Jadi kalau lihat dari kejadian itu dari video yang kami lihat itu Zhang masih gerak. Still move. Jadi pada saat dia ditangani dokter di lapangan itu saya kira dia menangani dengan baik," jelas Dr. dr Nahar Taufiq, Sp.JP.
Zhang Zhi Jie tiba-tiba tersungkur di atas lapangan saat melakoni laga melawan wakil Jepang, Kazuma Kawano, di kedudukan 11-11 pada pertandingan terakhir penyisihan grup Kejuaraan Bulutangkis Junior Asia 2024.
Setelah tersungkur sekitar 40 detik tanpa penanganan, tim medis dan dokter turnamen segera masuk untuk memberikan pertolongan pertama setelah mendapat panggilan dari referee. Hal ini sudah sesuai SOP dan guidelines yang berlaku di setiap turnamen bulutangkis internasional dari BWF dan Badminton Asia.
Setelah referee mengizinkan tim medis untuk masuk arena pertandingan, tim medis masuk arena untuk melakukan pemeriksaan survey awal dan pertolongan awal sesuai prosedur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








