Olimpiade Paris: Pengalaman Jadi Tim Sparring Tokyo 2020 Modal Fajar/Rian Kejar Medali Emas

AKURAT.CO, Pasangan ganda putra bulutangkis Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, memang baru pertamakali tampil di ajang Olimpiade Paris. Namun, mereka sudah punya pengalaman berharga di Olimpiade Tokyo 2020.
Saat itu Fajar/Rian ikut ke Jepang sebagai tim sparring (latih tanding) Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang menjalani pemusatan latihan (TC) di Kumamoto.
Pengalaman sebagai tim sparring itu setidaknya memberikan gambaran bagi Fajar/Rian ketika menjalani TC jelang Olimpiade Paris. Apalagi saat ini mereka satu-satunya wakil Indonesia di sektor ganda putra, sektor yang kerap menyumbangkan kepingan emas.
Baca Juga: Olimpiade Paris: Aryono Miranat Tegaskan Fajar/Rian Wajib Menang Lawan Wakil Eropa di Penyisihan
"Kami belajar dari sana, jadi saat ini kami setidaknya sudah ada gambaran training camp seperti apa. Tidak jauh berbeda rasanya, jadi sudah lebih tahu mengatur fokusnya apalagi ini kan (Olimpiade Paris) sudah sebentar lagi," terang Rian.
Fajar/Rian juga mengatakan selama empat hari berada di Chambly, Prancis, untuk training camp kondisi mereka cukup baik dan mampu menjalani latihan dengan lancar.
Dengan menyantap menu latihan yang kurang lebih sama seperti di Jakarta, Fajar/Rian saat ini hanya tinggal menjaga performa, fokus, juga mematangkan penyelesaian akhir.
Sementara itu, Pelatih Kepala Ganda Putra Pelatnas PBSI, Aryono Miranat, menegaskan bahwa tim sparring dan mentor berperan penting dalam training camp kali ini. Menurutnya, kedua elemen itu merupakan kunci latihan Fajar/Rian bisa berjalan lancar dan sesuai kebutuhan.
Baca Juga: Olimpiade Paris: Undian Ganda Putra Rampung, Fajar/Rian Terhindar dari Grup Neraka
"(Muhammad Shohibul) Fikri, Bagas (Maulana) dan Daniel (Marthin) saya bawa untuk kebutuhan latihan Fajar/Rian. Fikri dengan permainan depan, sedangkan Bagas dan Daniel kuat di bola belakang. Ini bagus untuk latihan bertahan," beber Aryono.
"Di mentor ada Candra (Wijaya) dan Hendra (Setiawan).Selain bisa berbagi pengalaman karena mereka adalah peraih medali emas Olimpiade, keduanya juga siap untuk turun ke lapangan memberi drilling atau latihan game."
Selain itu, Aryono menyampaikan bahwa Olimpiade adalah pertarungan mental, jadi fokus adalah hal yang paling utama. Apalagi di Olimpiade semuanya bisa terjadi.
"Jadi Fajar/Rian harus benar-benar menyiapkan mental dan pikiran, bukan hanya teknik maupun fisik. Terus berpikir positif, optimis dan keyakinan," Aryono mengakhiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






