Olimpiade Paris: Gagal Kalahkan Unggulan Pertama, Peluang Apriyani/Fadia Menipis

AKURAT.CO, Peluang pasangan ganda putri bulutangkis Indonesia, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti, untuk lolos ke perempat final Olimpiade Paris 2024 semakin tipis.
Situasi ini harus diterima setelah Apriyani/Fadia takluk di laga kedua Grup A Olimpiade Paris menghadapi unggulan pertama asal China, Chen Qing Chen/Jia Yifan.
Bertanding untuk laga kedua Olimpiade Paris di Porte De La Chapelle Arena, Paris, Prancis, Minggu (28/7), Apriyani/Fadia tumbang atas Chen/Jia dengan skor 12-21 dan 24-22 dalam waktu 47 menit.
Baca Juga: Olimpiade Paris: Apriyani/Fadia Takluk di Laga Pembuka atas Wakil Jepang
Di set pertama, Apriyani/Fadia tak bisa bergerak karena Chen/Jia menguasai permainan dengan selisih keunggulan yang cukup jauh. Sebelum menang dengan skor 21-12, Chen/Jia sempat unggul 5-10 dan 7-17.
Di set kedua sebenarnya peluang terbuka bagi wakil Merah Putih di mana Apriyani/Fadia sempat membalikkan keadaan pada kedudukan 15-13 setelah tertinggal 12-9.
Peluang kembali terbuka di ujung laga ketika Apriyani/Fadia dua kali mendapatkan game point pada skor 21-20 dan 22-21. Namun, Chen/Jia menunjukkan mental ambisius yang membuat mereka menang dengan skor 24-22.
Kekalahan ini membuat Apriyani/Fadia untuk sementara harus menempati peringkat terbawah klasemen Grup A Sektor Ganda Putri Bulutangkis Olimpiade Paris dengan nilai nol.
Pasalnya, di laga pertama Apriyani/Fadia kalah atas wakil Jepang, Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara, dengan skor 22-24 dan 15-21.
Baca Juga: Olimpiade Paris: Hari Pertama di Kampung Atlet, Apriyani Teringat Olimpiade Tokyo
Posisi teratas ditempati Chen/Jia dengan nilai dua hasil dua kemenangan di dua laga. Duet asal Malaysia, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan, menempati peringkat kedua karena hari ini menang atas Mayu/Wakana dengan skor 18-21, 21-15, dan 21-16.
Apriyani/Fadia masih berpeluang lolos jika bisa menang atas Pearly/Thinaah di laga terakhir yang kemungkinan akan digelar Senin (29/7) besok. Dengan syarat Mayu/Wakana kalah atas Chen/Jia yang juga memainkan laga terakhir.
Syarat lainnya tentu saja Apriyani/Fadia menang atas Pearly/Thinaah dengan surplus poin yang lebih baik dari wakil Malaysia dan Jepang.
Jika Apriyani/Fadia tersingkir, maka pupus sudah harapan Apriyani untuk mempertahankan gelar.
Apriyani sendiri adalah juara bertahan olimpiade di mana ia meraih emas setelah mengalahkan Chen/Jia di final Olimpiade Tokyo 2020 bersama pasangan lamanya, Greysia Polii.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









