PBSI tidak Berani Targetkan Juara di Piala Sudirman 2025, Prioritaskan Regenerasi
Leo Farhan | 21 April 2025, 17:37 WIB

AKURAT.CO, Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) tidak berani menargetkan gelar juara di Piala Sudirman 2025 yang bergulir di China pada 27 April-4 Mei mendatang.
Dengan Indonesia datang sebagai unggulan kedua, PBSI menekankan pentingnya regenerasi pemain melalui ajang-ajang bergengsi seperti Piala Sudirman sebagai bagian dari strategi jangka panjang pembinaan tim nasional.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum PP PBSI, Fadil Imran, saat menyaksikan langsung Simulasi Tim Indonesia untuk Piala Sudirman 2025 di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Senin (21/4).
Tim yang dikirim ke Piala Sudirman kali ini sebagian besar terdiri dari pemain senior dan pemain muda yang dipersiapkan untuk masa depan bulutangkis Indonesia.
"Yang kita kirim ini adalah pemain generasi setelah senior. Tentu target kita memberikan jam terbang kepada mereka agar siap membela Indonesia dalam jangka panjang," kata Fadil Imran.
Walau menitikberatkan kepada regenerasi pemain dan pembinaan jangka panjang, namun Fadil Imran juga tetap berharap skuad bulutangkis Indonesia mampu melangkah hingga ke partai puncak.
"Berusaha mencapai target itu (final). Transformasi ini tidak bisa instan. Masih jauh dari sempurna. Bisa sampai ke final itu sebuah prestasi yang luar biasa," katanya.
Baca Juga: Piala Sudirman: Paling Senior di Tunggal Putra, Jonatan Christie Kenang Debut 10 Tahun Lalu
Untuk mendapatkan hasil terbaik di turnamen dua tahunan tersebut, PBSI akan melakukan evaluasi secara menyeluruh di setiap babak kompetisi sebagai bagian dari upaya peningkatan performa tim.
Walau baru sekali meraih gelar juara Piala Sudirman, namun Fadil menyebut pasukannya tetap optimistis dengan potensi yang dimiliki tim muda bulutangkis Indonesia.
"Memang (Indonesia) baru sekali meraih juara. Oleh sebab itu, seperti pengalaman Thomas Cup tahun lalu, kita bisa masuk final, juga dengan Uber Cup. Itu target kita dengan kombinasi pemain muda," katanya.
Selain itu, Fadil juga menegaskan bahwa proses transformasi dan regenerasi ini tidak bisa dilakukan secara instan.
Namun, jika Indonesia mampu melangkah hingga babak final, hal tersebut akan menjadi pencapaian luar biasa yang mencerminkan kemajuan proses pembinaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






