China Terbuka: Amri/Nita Kandas, Belum Mampu Ikuti Langkah Fajar/Felisha dan Rehan/Gloria
Leo Farhan | 24 Juli 2025, 19:20 WIB

AKURAT.CO, Langkah pasangan ganda campuran bulutangkis Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, harus terhenti di babak 16 besar China Terbuka 2025 usai takluk lewat laga sengit melawan wakil Korea Selatan, Kim Won Ho/Jeong Na Eun.
Bertanding di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, China, Kamis (24/7), Amri/Nita harus menyerah usai melakoni laga tiga set dengan skor 21-12, 13-21, dan 19-21 selama 55 menit di perdelapan final China Terbuka kali ini.
Penampilan pasangan muda Indonesia ini sebenarnya menjanjikan di laga kedua China Terbuka ini. Terutama di gim pembuka di mana mereka tampil agresif dan dominan.
Baca Juga: Jepang Terbuka: Lolos ke Babak 16 Besar, Amri/Nita Ingin Rasakan Level Pemain Elite Dunia
Namun, perubahan ritme lawan dan kurangnya ketenangan di dua gim berikutnya membuat mereka gagal mempertahankan momentum kemenangan.
"Hari ini sudah baik tapi memang sayang kami belum bisa memanfaatkan kesempatan karena kurang tenang," kata Amri usai pertandingan melalui keterangan resmi yang diterima Akurat.co.
"Setelah unggul di gim pertama malah bermain terlalu hati-hati, banyak main aman padahal ada peluang menyerang. Itu membuat lawan berkembang dan percaya diri mereka naik."
Sementara itu, Nita menilai titik balik pertandingan ada pada gim kedua ketika mereka kehilangan kepercayaan diri untuk tampil menyerang meskipun kondisi angin seharusnya mendukung.
"Di gim ketiga saat tertinggal, kami tidak mau menyerah. Kami tetap berjuang, siapa tahu bisa seperti kemarin membalikkan keadaan," ujar Nita mengacu pada kemenangan dramatis mereka di putaran pertama.
Baca Juga: China Terbuka: Gregoria Kembali ke Perempat Final, Leo/Bagas Kalah Lagi dari Satwiksairaj/Chirag
"Kuncinya memang di gim kedua. Posisi kalah angin tapi kami malah terlalu hati-hati. Harusnya berani keluar menyerang. Itu yang harus kami benahi ke depannya."
Amri juga menyoroti perbedaan atmosfer pertandingan di level Super 1000 yang menurutnya sangat menantang, terutama dari aspek mental dan fokus.
"Di level atas seperti ini, jaga fokus, jaga kondisi, dan jaga mental itu benar-benar kunci. Kalau teknik dan fisik kan latihannya hampir sama. Tapi tensi dan tekanannya berbeda. Banyak pelajaran yang bisa kami ambil," ujarnya.
Dengan hasil ini, Indonesia mampu mengirimkan dua wakil di babak perempat final sektor ganda campuran China Terbuka 2025 lewat pasangan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu dan Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









