Karel Mainaky Lakukan Penyegaran Ganda Putri, Apri/Fadia dan Lanny/Tiwi Kembali Dicerai

AKURAT.CO, Pelatih Kepala Ganda Putri Pelatnas PBSI, Karel Mainaky, mengambil langkah berani awal tahun dengan merombak komposisi pasangan utama di sektornya.
Pasangan senior Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti serta Lanny Tria Mayasari/Amallia Cahaya Pratiwi resmi dipisah demi mencari formula yang lebih kompetitif.
Keputusan ini diambil setelah jajaran pelatih memantau performa kedua pasangan ini dalam beberapa turnamen terakhir.
Karel Mainaky menilai progres yang ditunjukkan tidak sesuai dengan ekspektasi besar yang dibebankan kepada mereka.
Baca Juga: Evaluasi Malaysia Terbuka, Karel Mainaky Sebut Ana/Trias Masih Kalah Matang
Sebagai gantinya, tim pelatih memutuskan untuk menduetkan Fadia dengan Tiwi-sapaan Amallia Cahaya Pratiwi-dan memasangkan Apriyani dengan Lanny. Karel menegaskan pentingnya efisiensi waktu dalam mengambil keputusan strategis.
"Kami sudah memberikan kesempatan beberapa pertandingan kepada Apriyani/Fadia dan Lanny/Tiwi, tapi hasilnya belum memuaskan dan saya kira sudah tidak bisa lagi diteruskan," kata Karel.
"Sebagai pelatih, saya harus cepat mengambil keputusan, jadi saya kembali putar menjadi Fadia/Tiwi dan Apri/Lanny."
Perombakan ini bukan tanpa alasan. Karel menjelaskan bahwa pemasangan partner baru ini disesuaikan dengan kebutuhan individu masing-masing pemain untuk menutupi kelemahan di lapangan.
Baca Juga: Karel Mainaky Bikin Gebrakan, Kembali Satukan Apriyani/Fadia dan Rombak Komposisi Ganda Putri
Karel menyebut Fadia membutuhkan tandem yang memiliki power kuat di garis belakang untuk menopang permainannya di depan net. Dan sosok Amallia Cahaya Pratiwi dinilai memiliki kelebihan tersebut.
Sementara untuk Apriyani, Karel melihat peraih emas Olimpiade itu kini memerlukan pendamping yang lincah dalam rotasi posisi dan tetap memiliki daya dobrak. Hal itu dinilai ada pada diri Lanny.
"Pertimbangannya Fadia lebih membutuhkan yang punya power di belakang dan Tiwi punya kelebihan itu. Sementara Apri sekarang membutuhkan pasangan yang bisa rotasi dan juga punya power, Lanny saya rasa bisa mengisi pos tersebut," jelas Karel.
Target Indonesia Masters dan Proyeksi Asian Games
Debut kedua pasangan baru ini dijadwalkan bakal tersaji di ajang Indonesia Masters 2026. Karel berharap kehadiran formasi baru ini bisa memacu persaingan internal yang sehat, terutama dengan pasangan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari (Ana/Trias) dan Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum yang performanya sedang menanjak.
"Harapan saya ya mereka bisa menyamai atau bahkan kalau bisa melebihi dua pasangan lainnya yang sudah lumayan progresnya (Ana/Trias dan Rachel/Febi). Kalau di dalam sini ada persaingan yang lebih ketat, akan mendukung untuk bisa tembus lagi ke atas," kata Karel.
Meski fokus utama proyeksi Asian Games saat ini diarahkan pada Rachel/Febi dan Ana/Trias, Karel tidak menutup pintu bagi pasangan baru ini untuk menyodok ke skuad utama.
"Untuk proyeksi ke Asian Games memang saya ingin dorong Rachel/Febi dan Ana/Trias, tapi kami juga tidak menutup kesempatan buat dua pasangan baru ini. Kalau memang mereka bisa melebihi, kenapa tidak?" pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









