Kejuaraan Bulutangkis Beregu Asia: Srikandi Muda Indonesia Balikkan Keadaan 2-1 Atas Hong Kong

AKURAT.CO , Tim putri Indonesia menunjukkan daya juang luar biasa pada laga pembuka Kejuaraan Bulutangkis Beregu Asia atau Badminton Asia Team Championships (BATC) 2026.
Meski sempat tertinggal pada partai pertama Grup X Kejuaraan Bulutangkis Beregu Asia, skuad Merah Putih sukses membalikkan kedudukan menjadi 2-1 atas Hong Kong di Qingdao Conson Gymnasium, China, Rabu (4/2).
Kebangkitan Indonesia di laga perdana Kejuaraan Bulutangkis Beregu Asia ini dipastikan melalui kemenangan krusial sektor ganda putri pertama dan tunggal putri kedua yang tampil perkasa di bawah tekanan.
Ana/Trias Samakan Kedudukan
Pasangan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari menjadi aktor utama penyama kedudukan.
Menghadapi duet utama Hong Kong, Yeung Nga Ting/Yeung Pui Lam, Ana/Trias menang dua gim langsung dengan skor 21-16 dan 21-19.
Ana mengakui mereka sempat mengalami kendala komunikasi dengan pola permainan sendiri pada awal laga.
Namun, pengalaman bertemu salah satu pemain lawan di Indonesia Masters pekan lalu menjadi modal berharga mereka meraih kemenangan.
"Pada gim pertama kami seperti terlalu berpikir mainnya, jadi malah kagok sendiri. Namun, karena sebelumnya sudah pernah bertemu Yeung Nga Ting (dengan pasangan berbeda), kami lebih siap dan sudah tahu cara mainnya," ujar Ana.
Baca Juga: Kejuaraan Bulutangkis Beregu Asia: Penantian Panjang Berakhir, Ester Nurumi Siap Comeback!
Trias menambahkan kunci kemenangan mereka kali ini adalah keberhasilan keluar dari ritme lawan yang cenderung terburu-buru.
"Lawan gerakannya grasa-grusu dan itu membuat kami terbawa. Pada akhir gim kami coba lebih mengatur tempo," jelas Trias.
Mutiara Ayu Comeback Dramatis di Poin Kritis
Ketangguhan mental ditunjukkan oleh Mutiara Ayu Puspitasari saat melakoni partai ketiga melawan Saloni Samirbhai Mehta. Mutiara menang 21-11 dan 22-20.
Menariknya, pada gim kedua, Mutiara sempat tertinggal jauh 16-20 sebelum akhirnya mencatatkan comeback fantastis dengan meraih enam poin beruntun.
"Instruksi pelatih sangat membantu. Mereka bilang belum selesai, belum game, jadi saya tidak punya alasan menyerah. Saya coba masuk saja dan tidak ambil risiko dulu, alhamdulillah bisa kejar satu demi satu," ungkap Mutiara.
Juara Asia Junior 2023 ini juga mengungkapkan ambisi besarnya di ajang BATC kali ini. Ia berharap bisa menguji kemampuannya melawan pemain nomor satu dunia.
"Saya berharap bisa bertemu An Se-young (Korea Selatan). Saya ingin seperti dia dan itu akan jadi pengalaman luar biasa," tambahnya.
Kemenangan sementara 2-1 ini membuktikan skuad putri Indonesia yang didominasi pemain muda memiliki kualitas mumpuni untuk bersaing.
"Tim ini diisi pemain yang baru naik ke atas, tetapi kami yakin kualitasnya bagus. Pertandingan beregu itu beda, atmosfernya bisa membuat semua terjadi di lapangan," tegas Ana.
Indonesia kini hanya membutuhkan satu kemenangan lagi dari dua partai tersisa untuk memastikan poin penuh pada laga perdana grup X ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








