Fajar/Fikri Siap Menggila di Birmingham: Ancaman Tidak Hanya Datang dari Kim/Seo

AKURAT.CO Pasangan ganda putra andalan Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, menegaskan kesiapan mereka untuk kembali menggebrak panggung paling bergengsi, All England Open 2026.
Menjelang penampilan di Utilita Arena, Birmingham, Inggris, 3-8 Maret mendatang, pasangan ini mengaku telah mengantongi bekal latihan maksimal demi memenuhi target juara yang dibebankan kepada mereka.
Memiliki waktu persiapan yang lebih panjang sejak gelaran Indonesia Masters 2026, menjadi keuntungan tersendiri bagi duet ini. Tanpa terhalang jadwal kejuaraan lain, Fajar/Fikri fokus membedah kekuatan dan mematangkan strategi untuk menghadapi kepungan ganda-ganda putra elite dunia.
Baca Juga: Indonesia Masters: Saling Sikut, Fajar/Fikri Singkirkan Leo/Bagas Dalam Perang Saudara
Fajar mengungkapkan bahwa proses persiapan di Pelatnas Cipayung telah berjalan sesuai rencana. Baginya, saat ini yang paling krusial adalah menjaga aspek non-teknis agar performa di lapangan tetap on fire.
"Persiapannya yang pasti sudah maksimal ya. Kurang lebih satu bulan lebih kami persiapan karena tidak terhalang kejuaraan lain. Yang pasti kami sudah siap, tinggal hari H-nya kami menjaga kondisi dan jaga fokusnya," kata Fajar di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (25/2/2026).
Menyadari perbedaan ekstrem antara iklim Asia dan Eropa, tim PBSI memutuskan untuk memberangkatkan para atlet lebih awal. Program aklimatisasi di Inggris dianggap sebagai langkah vital, untuk menghindari kendala fisik akibat suhu dingin Birmingham.
Fajar menilai, waktu tambahan di Eropa sebelum turnamen dimulai akan sangat berpengaruh pada kondisi mereka. "Perbedaan antara Asia dan Eropa itu lumayan jauh. Kami berangkat duluan karena pengaruh cuaca, di sana masih dingin. Dengan begitu, kami bisa latihan dulu beberapa hari dan menyesuaikan kondisi di sana," tambahnya.
Terkait target juara yang dicanangkan pelatih ganda putra, Antonius Budi Ariantho, Fajar/Fikri menyikapi hal tersebut dengan realistis. Sebagai pemain yang kenyang pengalaman di level Super 1000, mereka enggan membiarkan ekspektasi besar berubah menjadi tekanan.
Fikri bahkan menegaskan bahwa kepercayaan dari pelatih dan PBSI justru menjadi suntikan kepercayaan diri bagi mereka.
Baca Juga: Fajar Fathurrahman Akui Tak Temui Kendala Adaptasi dengan Persija Jakarta
"Ada target dari pelatih, PBSI, dan diri kami sendiri. Itu jadi pacuan untuk lebih semangat dan percaya diri bahwa kami dipercaya mengambil target. Tapi jangan diambil jadi beban, karena ini bukan pertama kali kami seperti ini," tegas Fikri.
Berbicara soal peta persaingan, duet Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae, memang menjadi sorotan setelah performa apik mereka tahun lalu. Namun, Fajar mengingatkan bahwa ancaman tidak hanya datang dari juara bertahan.
Baginya, peta kekuatan ganda putra saat ini sudah sangat merata. Meremehkan lawan di luar nama besar bisa menjadi kesalahan fatal di turnamen sekelas All England.
"Kim/Seo memang luar biasa, tahun lalu mereka juara All England. Tapi bukan menutup kemungkinan pasangan lain tidak bisa mengalahkan. Kami tidak mau terlalu fokus ke Kim/Seo saja, karena pasangan lain juga sudah merata. Siapa pun lawannya, kami ingin menampilkan yang terbaik," pungkas Fajar.
Dengan persiapan matang dan mentalitas yang telah teruji, Fajar/Fikri diharapkan mampu mengulangi kejayaan ganda putra Indonesia di Birmingham dan kembali mengibarkan bendera Merah Putih di podium tertinggi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








