Akurat
Pemprov Sumsel

Fisik Terkuras Usai Maraton Turnamen, Raymond/Joaquin Bidik 'Karpet Abu-Abu' All England

Dian Eko Prasetio | 13 Februari 2026, 14:18 WIB
Fisik Terkuras Usai Maraton Turnamen, Raymond/Joaquin Bidik 'Karpet Abu-Abu' All England

AKURAT.CO, Pasangan ganda putra muda bulutangkis Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, menjadi salah satu aset masa depan yang tengah mencuri perhatian pecinta tepok bulu tanah air.

Usai tampil impresif dengan menembus final di dua turnamen awal tahun, duet ini blak-blakan mengenai kondisi fisik yang merosot saat membela Merah Putih di Kejuaraan Bulutangkis Beregu Asia atau Badminton Asia Team Championships (BATC) 2026 di Qingdao, China.

Meski berhasil melampaui target di Thailand Masters sebelumnya, Raymond mengakui bahwa padatnya jadwal turnamen mulai menggerogoti stamina mereka.

Baca Juga: Thailand Masters: Raymond/Joaquin ke Final, Ganda Putra Pastikan Gelar untuk Indonesia

Kondisi ini menjadi catatan merah saat mereka berlaga di kejuaraan beregu senior pertama di Qingdao, 3-8 Februari lalu.

Menjalani tiga turnamen beruntun di level Super 300 dan 500 ternyata memberikan tekanan yang berbeda dibandingkan saat mereka masih di level junior.

Menurut Joaquin, tantangan terbesar bukan hanya soal lawan yang lebih tangguh, melainkan menjaga konsistensi fokus di lapangan.

"Di sini, dua turnamen pertama kami tembus final. Puji Tuhan, tapi memang lebih berasa di fisiknya," ujar Joaquin di Pelatnas Cipayung, Jakarta, Kamis (12/2).

"Main di level atas itu menguras fokus. Pukulan pertama sampai reli kelima mungkin oke, tapi setelah itu fokus mulai linglung karena kondisi badan."

Raymond menambahkan bahwa peningkatan fisik dan teknik menjadi harga mati sebelum mereka bertolak ke tur Eropa.

Baca Juga: Evaluasi Kejuaraan Bulutangkis Beregu Asia: Skuad Putri Capai Target, Putra Dapat 'Rapor Merah'

"Evaluasinya ke performa fisik sama teknik lagi sih, itu harus ditingkatkan. Terutama fisik, rasanya sudah habis kemarin di BATC," tambah Raymond.

Mimpi Raymond/Joaquin Debut di All England

Setelah jeda recovery, Raymond/Joaquin dijadwalkan akan melakoni debut prestisius di All England, disusul Swiss Terbuka dan Orleans Masters.

Bagi Joaquin, bermain di Birmingham adalah salah satu daftar keinginan (wishlist) terbesarnya sebagai pebulutangkis. Menariknya, Joaquin mengungkapkan rasa penasarannya yang unik terhadap atmosfer All England, Maret nanti.

"Saya pengen banget nyobain karpet abu-abu. Penasaran saja karena belum pernah main di sana. Pasti keren banget atmosfernya," ungkapnya sambil tersenyum.

Raymond menegaskan mereka tidak ingin sekadar numpang lewat. Meski berstatus debutan, ambisi untuk naik podium tetap ada.

"Ambisinya pasti ada untuk juara. Tapi kami mau melakukan yang terbaik dulu, balikkan fisik karena tiga turnamen beruntun di Eropa nanti pasti tidak mudah," tegas Raymond.

Seiring dengan prestasi yang menanjak, ekspektasi publik pun mulai membebani pundak mereka. Joaquin menyadari bahwa kini banyak netizen yang menuntut gelar juara di setiap turnamen. Baginya, hal itu adalah bagian dari risiko yang harus dikontrol.

"Dulu kami dari bawah mengejar ke atas, orang-orang masih oke. Sekarang ekspektasi lebih banyak. Tapi kami coba kontrol apa yang bisa dikontrol. Ekspektasi netizen tidak bisa kami kendalikan, yang bisa kami lakukan adalah menjadikannya motivasi supaya lebih baik," jelas Joaquin.

Pengalaman di BATC 2026 juga menjadi pelajaran berharga dalam merasakan atmosfer beregu senior.

Meski mengaku tegangnya berbeda dibanding level junior, keduanya menyimpan hasrat besar untuk masuk dalam skuat Piala Thomas mendatang.

"Kalau terpilih, pastinya kami mau kasih yang terbaik karena sudah dikasih kepercayaan. Kami ingin membayar kegagalan menyumbang poin di BATC kemarin dengan performa yang lebih baik. Kami ingin step by step bersama para senior," ucap Joaquin.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.