Akurat Logo

Indonesia Terbuka: Singkirkan Unggulan Ketiga Asal Korsel, Tiwi/Fadia Melaju ke 16 Besar

Dian Eko Prasetio | 3 Juni 2026, 14:38 WIB
Indonesia Terbuka: Singkirkan Unggulan Ketiga Asal Korsel, Tiwi/Fadia Melaju ke 16 Besar
Pebulutangkis ganda putri Indonesia, Amalia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti saat melakukan tos di laga melawan Baek Ha Na/Lee So Hee pada babak 32 besar Indonesia Terbuka 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026). ANTARA/Fauzan

AKURAT.CO, Hasil luar biasa ditunjukkan pasangan ganda putri bulutangkis Indonesia, Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti, di babak 32 besar Indonesia Terbuka 2026.

Duet anyar Merah Putih ini sukses menciptakan kejutan besar dengan menumbangkan raksasa ganda putri dunia sekaligus unggulan ketiga Indonesia Terbuka asal Korea Selatan, Baek Ha Na/Lee So Hee.

Bertanding di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Rabu (3/6) siang WIB, duet dengan sapaan Tiwi/Fadia itu mengunci kemenangan lewat laga sengit tiga gim dengan skor 21-13, 17-21, dan 21-14 di Indonesia Terbuka kali ini.

Keberhasilan ini menjadi kemenangan kedua beruntun yang diraih Tiwi/Fadia atas Baek/Lee dalam waktu berdekatan.

Fadia mengakui bahwa menaklukkan salah satu pasangan elite dunia di turnamen berlevel BWF Super 1000 ini bukanlah perkara mudah, terlebih mereka sempat dibayangi beban mental.

"Ya pastinya pertandingan kali ini tidak mudah, pertandingan cukup tough juga karena ini pertemuan ketiga kita. Terus yang terakhir kan kita ada modal menang ya di pertemuan sebelumnya. Jadi kunci kemenangan kita komunikasi dan saling percaya saja," kata Fadia.

Lawan sempat mengubah pola menjadi lebih sabar pada gim kedua hingga membuat ganda Indonesia kewalahan dan terburu-buru. Namun, ketenangan di gim penentu menjadi pembeda.

"Balik lagi tadi set ketiga kan kita sempat ketinggalan juga di game-game awal. Itu mungkin karena kita terlalu terburu-buru juga dan ya gimana ya rasanya mungkin ada beban juga karena sebelumnya kita menang," jelas Fadia.

"Cuma karena pelatih juga komunikasi untuk tetap percaya diri saja, dan akhirnya kita bisa mengambil permainan kembali."

Ketegangan sempat memuncak di gim ketiga saat Tiwi/Fadia tertinggal cukup jauh di awal laga. Tiwi mengakui bahwa mereka sempat terjebak ego untuk segera mematikan bola.

Beruntung, mereka cepat sadar dan fokus mengamankan poin demi poin.

"Untuk di game ketiga tadi di awal-awal itu saya juga ngerasa kalau kita terlalu nafsu ingin cepat-cepat matiin. Tapi setelah ternyata kita coba buat fokus dan mencari celahnya, ternyata dapat poin dari situ, jadi penerapan di poin-poin berikutnya," tutur Tiwi.

Kunci kebangkitan Tiwi/Fadia di gim ketiga juga tidak lepas dari magis penonton Istora Senayan. Gemuruh suporter tuan rumah diakui membakar kembali bahan bakar semangat mereka saat posisi tertekan.

"Untuk penonton sangat luar biasa ya. Tadi kan di awal kita kan sempat ketinggalan juga di set ketiga, cuman penonton tetap support kita, tetap berisik juga. Jadi ya itu modal juga buat kita untuk tetap semangat terus dan akhirnya kita bisa ambil game," timpal Fadia.

Kemenangan atas pasangan peringkat atas dunia ini bermakna sangat krusial bagi Tiwi/Fadia yang saat ini menduduki peringkat 29 dunia.

Mengingat status mereka sebagai pasangan baru, hasil ini menjadi tolok ukur penting untuk melihat sejauh mana kapasitas mereka bersaing di level elite dunia.

"Kalau untuk ketemu top level, ya pastinya kita inginnya secepatnya ganda putri, siapapun itu, ingin bersaing di level atas. Apalagi kita juga semuanya hampir pasangan baru juga. Jadi ya cukup berharga kemenangan ini untuk modal kita mengukur seberapa sih level kita," tegas Fadia.

Lolos ke babak 16 besar, Tiwi/Fadia sudah dinanti oleh wakil Hong Kong, Yeung Nga Ting/Yeung Pui Lam. Laga lusa akan menjadi pertemuan perdana bagi kedua pasangan.

Tiwi menegaskan mereka akan langsung membedah kekuatan lawan lewat video pertandingan.

"Untuk pertemuan besok, pertama kali saya dan Fadia bertemu dengan pasangan Hong Kong ini. Tapi di pertandingan sebelumnya kita sudah pernah berlawanan dengan partner yang sebelumnya. Jadi kemungkinan besar kita bakal mempersiapkan dari video-video mereka masing-masing," kata Tiwi.

Sayangnya, hasil manis Tiwi/Fadia gagal diikuti kompatriotnya, Lanny Tria Mayasari/Apriyani Rahayu. Langkah Lanny/Apri terpaksa terhenti di babak pertama setelah takluk dari unggulan kelima asal Jepang, Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto, dengan skor ketat 18-21 dan 19-21.


Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.