Akurat Logo

Indonesia Terbuka: Dendam Terbalas, Jafar/Felisha Lengkapi 3 Wakil Ganda Campuran Tuan Rumah di 16 Besar

Dian Eko Prasetio | 3 Juni 2026, 18:04 WIB
Indonesia Terbuka: Dendam Terbalas, Jafar/Felisha Lengkapi 3 Wakil Ganda Campuran Tuan Rumah di 16 Besar
Pebulutangkis ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, saat melakukan sesi konferensi pers usai laga babak 32 besar Indonesia Terbuka 2026 di Istora, Jakarta, Kamis (3/6/2026). AKURAT.CO/Dian Eko Prasetio

AKURAT.CO, Sektor ganda campuran bulutangkis tuan rumah akhirnya berhasil mengamankan satu tiket babak 16 besar pada hari kedua Indonesia Terbuka 2026. Hasil manis tersebut diraih oleh pasangan muda Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu.

Bertanding di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Rabu (3/6) sore WIB, Jafar/Felisha tampil dominan dengan menumbangkan wakil Korea Selatan, Kim Jae Hyeon/Jang Ha Jeong, dia laga pembuka Indonesia Terbuka ini.

Kemenangan di pertandingan Indonesia Terbuka ini sekaligus menuntaskan misi balas dendam Jafar/Felisha lewat kemenangan straight game dengan skor 21-11 dan 21-14.

Kemenangan ini terasa sangat memuaskan bagi Jafar/Felisha. Pasalnya, pada pertemuan perdana mereka di Kejuaraan Asia (BAC) lalu, duet ganda campuran Indonesia ini dipaksa menyerah oleh lawan yang sama.

Jafar mengaku hasil ini menjadi penawar dahaga sekaligus pendongkrak mentalitas mereka usai rentetan hasil kurang memuaskan di beberapa turnamen terakhir.

"Alhamdulillah hari ini pertandingan berjalan lancar, terus juga bisa menang hari ini, bisa revans. Pastinya puas banget dengan penampilan hari ini, ya sudah lumayan oke sebenarnya. Ini juga biar bisa mengembalikan kepercayaan diri kita lagi," kata Jafar.

Senada dengan sang partner, Felisha juga mengungkapkan rasa syukurnya bisa menjinakkan perlawanan alot khas Negeri Ginseng tersebut. Namun, ia enggan cepat berpuas diri.

"Kalau ditanya seberapa happy dan seberapa puas, kalau happy cukup happy, tapi kalau puas, belum," timpal Felisha.

"Saya sendiri masih mau meningkatkan performa saya di match selanjutnya karena semakin melaju, lawan juga semakin bagus. Kalau kitanya begini-begini terus juga ya enggak mungkin menang juga."

Berbicara mengenai kunci mereka membalikkan keadaan dari pertemuan sebelumnya, Felisha membeberkan bahwa kondisi non-teknis di Istora Senayan sangat menguntungkan taktik mereka.

Karakter shuttlecock yang kencang terbukti ampuh meruntuhkan tembok pertahanan kuat yang menjadi identitas pemain Korea Selatan.

"Perbedaannya pasti yang paling berpengaruh itu dari kecepatan shuttlecock ya. Di sini sama yang waktu di BAC jauh banget. Di sini kencang, di BAC lambat banget," kata Jafar.

"Memang tipikal pemain Korea kan hampir semua itu punya defense yang kuat. Jadi mereka sangat diuntungkan kalau shuttlecock-nya lambat. Di sini shuttlecock-nya kencang jadi mungkin itu faktor paling besar menurut saya."

Selain faktor lapangan, persiapan video analitis yang lebih matang membuat mereka tidak lagi kaget dengan pola permainan Kim/Jang.

Menariknya, demi membenahi performa yang sempat merosot, mereka kini mencoba mempertajam bonding di lapangan dengan cara yang unik, termasuk melakukan ritual tos baru atas permintaan Jafar.

"Paling yang kita lagi benahi adalah lebih bonding saja sih satu sama lain. Bonding dalam artian bukan hanya komunikasi ya, tapi seluruhnya, chemistry, koneksi di lapangan, secara teknis, secara strategi gitu lebih coba dipertajam lagi," jelas Felisha.

Kemenangan Jafar/Felisha menyusul dua wakil ganda campuran Merah Putih lainnya yang sudah lebih dulu lolos ke putaran kedua pada hari pertama, Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil dan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah.

Sayang, hasil positif tersebut gagal diikuti dua ganda campuran Indonesia lainnya yang harus gugur secara dramatis dari wakil-wakil Malaysia di hari yang sama.

Pasangan Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata harus mengakui keunggulan Hoo Pang Ron/Lai Pei Jing dua gim langsung.

Langkah pilu juga harus dirasakan Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja yang dipaksa menyerah lewat drama "poin tua" yang menyesakkan di gim penentu dari unggulan Malaysia, Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie.

Pada babak 16 besar esok hari, Jafar/Felisha dipastikan akan menantang sang penakluk Rehan/Gloria, yakni Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie. Menghadapi perang urat syaraf di laga penentuan esok, Felisha memilih bersikap realistis dan enggan mengumbar janji muluk.

"Enggak ada masalah sih siapa saja sebenarnya (lawannya). Tinggal kita bagaimana persiapin diri kita sendiri saja. Enggak bisa janjiin apa-apa. Hari esok hanya Tuhan yang tahu," pungkas Felisha.

Hasil Lengkap Sektor Ganda Campuran Indonesia di Hari Kedua Indoneia Terbuka (Rabu, 3/6/2026)

  1. Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata vs Hoo Pang Ron/Lai Pei Jing (Malaysia) 17-21, 9-21

  2. Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja vs Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie (Malaysia) 21-17, 16-21, 21-23

  3. Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu [8] vs Kim Jae Hyeon/Jang Ha Jeong (Korea Selatan) 21-11, 21-14

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.