Akurat Logo

Australia Terbuka: Gagal Bendung Kecepatan Unggulan Kedua, Langkah Leo/Daniel Terhenti di 16 Besar

Dian Eko Prasetio | 11 Juni 2026, 17:42 WIB
Australia Terbuka: Gagal Bendung Kecepatan Unggulan Kedua, Langkah Leo/Daniel Terhenti di 16 Besar
Pebulutangkis ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, saat mengembalikan kok ke arah duet Taiwan, Lee Jhe Huei dan Yang Po Hsuan, pada laga 32 besar Indonesia Open 2026 di Istora, Jakarta, Selasa (2/6/2026). ANTARA/Fauzan

AKURAT.CO, Pasangan ganda putra bulutangkis Indonesia, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, harus menyudahi petualangan mereka di ajang BWF World Tour Super 500 Australia Terbuka 2026 setelah dihentikan pasangan China, Liang Wei Keng/Wang Chang.

Bertanding di Quaycentre, Sydney, Australia, Kamis (11/6) waktu setempat, Leo/Daniel yang kembali dipasangkan, harus takluk lewat pertarungan straight game dengan skor 15-21 dan 18-21 di laga Australia Terbuka kali ini.

Jalannya pertandingan babak 16 besar Australia Terbuka kali ini sejak gim pertama langsung berjalan sengit.

Namun, Liang/Wang yang memiliki reputasi sebagai salah satu duet ganda putra terbaik dunia saat ini langsung mengambil inisiatif untuk menekan pertahanan Leo/Daniel sejak awal laga.

Leo mengakui bahwa mereka sempat kesulitan keluar dari tekanan karena sang lawan bermain sangat agresif dan terus mendahului permainan di area depan net.

"Tadi mereka banyak ngeduluin mainnya. Di pertengahan gim pertama sebenarnya sudah coba mengimbangi, tapi kami banyak mati sendiri. Di gim kedua sudah mulai menemukan ritme, sudah lebih adaptasi tapi respons kami cukup terlambat, rotasi mereka juga sangat bagus," kata Leo.

https://www.akurat.co/badminton/864462/australia-terbuka-kian-matang-pasca-cedera-rehan-gloria-amankan-tiket-perempat-final

Senada dengan sang partner, Daniel juga menyoroti pentingnya memegang kendali permainan depan pada laga malam ini.

Karakteristik shuttlecock di Quaycentre yang terbilang cepat membuat siapa pun yang berhasil mencuri start di depan net akan sangat diuntungkan.

"Di pertandingan tadi memang kuncinya siapa yang bisa main mendahului depannya, dia yang akan dapat keuntungan karena bolanya di sini cukup kencang. Mereka (Liang/Wang) juga bermain safe tadi," tambah Daniel.

Meski harus menelan pil pahit dan gagal melangkah ke babak perempat final, Leo/Daniel enggan terpuruk.

Kekalahan dari pasangan elite sekelas Liang/Wang justru dijadikan sebagai barometer penting untuk mengukur sejauh mana level permainan mereka saat ini setelah kembali diduetkan di atas lapangan.

Terlebih, kedua pasangan ini memang sudah cukup lama tidak saling berhadapan dalam turnamen resmi BWF.

"Kami bisa mengambil hal positif dari hari ini. Kami bisa menakar kemampuan kami sampai di mana dan evaluasi apa ke depan yang harus diperbaiki setelah kembali dipasangkan. Sudah lama juga kami tidak bertemu dengan Liang/Wang, jadi bisa tahu bagaimana mereka sekarang," kata Leo menatap turnamen-turnamen berikutnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.