Akurat Logo

Antonius Budi Ariantho Sebut Pengalaman Muhammad Rian Ardianto Jadi Kunci Mentori Daniel Edgar Marvino

Dian Eko Prasetio | 25 Juni 2026, 17:44 WIB
Antonius Budi Ariantho Sebut Pengalaman Muhammad Rian Ardianto Jadi Kunci Mentori Daniel Edgar Marvino
Pebulutangkis ganda putra bulutangkis Indonesia, Muhammad Rian Ardianto (kiri), saat beraksi dengan duetnya, Fajar Alfian, di Indonesia Terbuka 2025. ANTARA.

AKURAT.CO, Pelatih Kepala Ganda Putra Pelatnas PBSI Cipayung, Antonius Budi Ariantho, menilai pengalaman serta kematangan Muhammad Rian Ardianto di atas lapangan akan menjadi modal krusial bagi partner barunya, Daniel Edgar Marvino.

Rian, kata Antonius, diharapkan mampu menjadi mentor yang tepat untuk mendongkrak performa sang junior ke level tertinggi.

Duet kombinasi baru senior-junior ini diproyeksikan akan melakoni laga debut mereka di ajang BWF World Tour Super 300 Taipei Terbuka 2026. Turnamen tersebut dijadwalkan bakal bergulir pada 28 Juli hingga 2 Agustus mendatang.

Keputusan memasangkan Rian dengan Edgar didasari oleh kebutuhan sang pemain muda akan sosok pembimbing di dalam lapangan. Antonius melihat Edgar memiliki bakat yang besar, namun masih membutuhkan polesan dari pemain yang sarat jam terbang seperti Rian.

"Saya melihat potensi yang bagus dari Daniel Edgar, tapi dia masih perlu mentor dan bimbingan di lapangan untuk meningkatkan kemampuannya," kata Antonius Budi Ariantho melalui keterangan resminya.

"Dengan pengalaman, jam terbang, dan skill yang dimiliki Rian, saya harap Rian bisa membimbing Daniel Edgar untuk naik ke level yang lebih tinggi dan juga semoga Daniel Edgar bisa belajar banyak dari Rian."

https://akurat.co/badminton/808853/pbsi-uji-coba-kombinasi-baru-muhammad-rian-ardianto-dipasangkan-dengan-yeremia-dan-rahmat

Lebih lanjut, pelatih yang karib disapa Coach Anton itu membeberkan bahwa perombakan ini tidak lepas dari hasil evaluasi tim kepelatihan ganda putra dalam beberapa turnamen terakhir.

Performa Rian saat berpasangan dengan Rahmat Hidayat, maupun Edgar bersama Taufik Aderya, dinilai sedang mengalami fase stagnan.

"Di awal-awal berpasangan, Rian/Rahmat cukup menjanjikan tapi di beberapa turnamen hasilnya kurang baik, jadi saya mencoba opsi lain," jelas Anton blak-blakan mengenai alasannya memecah formula sebelumnya.

Meski memasang target utama untuk mematangkan mental bertanding pemain muda, Anton menegaskan bahwa PBSI tidak main-main dengan proyeksi duet Rian/Edgar ini. Pasangan baru ini tetap dibebani target untuk bisa berbicara banyak di level internasional.

"Kombinasi senior dan junior ini tujuannya memang lebih kepada mematangkan pemain-pemain muda untuk siap melangkah ke level yang lebih tinggi, tapi tidak menutup kemungkinan juga untuk bisa bersaing di level atas," Anton memungkaskan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.