Akurat Logo

Kejuaraan Bulutangkis Asia Junior: 6 Tersingkir, Fardhan Rainanda Joe Jadi Satu-satunya Wakil Indonesia di Semifinal

Dian Eko Prasetio | 3 Juli 2026, 17:11 WIB
Kejuaraan Bulutangkis Asia Junior: 6 Tersingkir, Fardhan Rainanda Joe Jadi Satu-satunya Wakil Indonesia di Semifinal
Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Fardhan Rainanda Joe, saat tampil di perempat final Kejuaraan Bulutangkis Asia Junior 2026 di Yatsushiro, Jepang, Jumat (3/7/2026). PBSI

AKURAT.CO, Hasil kurang memuaskan harus diterima tim bulutangkis junior Indonesia pada babak perempat final nomor perorangan Kejuaraan Asia Junior (AJC) 2026.

Dari tujuh wakil Merah Putih yang bertarung memperebutkan tiket empat besar, hanya sektor tunggal putra melalui Fardhan Rainanda Joe yang sukses melaju ke babak semifinal.

Bertanding di Yatsushiro City General Gymnasium, Yatsushiro, Jepang, Jumat (3/7/2026 ) waktu setempat, Fardhan tampil luar biasa untuk menjadi satu-satunya penyelamat wajah Indonesia.

Sementara itu, enam wakil lainnya di sektor tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran harus menyudahi langkah mereka.

Fardhan Tampil Heroik, Lolos dari Tekanan Wakil Malaysia

Tiket semifinal berhasil diamankan Fardhan Rainanda Joe setelah memenangkan duel sengit kontra unggulan kedelapan asal Malaysia, Kong Wei Xiang. Fardhan menang lewat pertarungan straight game yang berjalan sangat ketat dengan skor akhir 21-19 dan 22-20.

Kemenangan ini diraih tidak dengan mudah. Pada gim kedua, Fardhan sempat berada di ujung tanduk setelah tertinggal jauh 13-18. Beruntung, ia mampu menjalankan instruksi pelatih dengan sangat disiplin untuk membalikkan keadaan di poin-poin kritis.

"Tadi di gim pertama, sebelum pertandingan pelatih berpesan untuk terus memegang kendali permainan dan berhasil sampai interval. Namun setelah itu mulai kejar-kejaran. Di posisi itu pelatih mengarahkan saya agar bisa menerapkan pola balik serang dan bersyukur bisa menang," kata Fardhan usai laga.

https://akurat.co/badminton/870537/kejuaraan-bulutangkis-asia-junior-ganda-campuran-dan-tunggal-putra-indonesia-kirim-satu-wakil-di-perempat-final

"Di gim kedua sempat tertinggal jauh 13-18, pelatih berpesan untuk terus fokus satu demi satu poin dulu. Tempo lawan cukup cepat dan saya tertinggal terus bola-bolanya. Pelatih bilang bolanya harus dijemput terus dan beruntung saya bisa kembali ambil kendali."

Pemain tunggal putra masa depan Indonesia ini mengaku lebih menikmati bermain di nomor perorangan karena tekanannya tidak sebesar saat bertanding di nomor beregu lalu. Menatap babak semifinal, Fardhan mengusung misi besar untuk mempertahankan tradisi emas tunggal putra Indonesia.

"Motivasi tahun ini harus bisa upgrade medali. Semoga tahun ini saya bisa menang dan juara untuk meneruskan estafet kemenangan tunggal putra Indonesia. Tahun ini semua pemain punya peluang karena mereka bagus-bagus semua, yang terpenting jaga fokus dan mental dulu karena ini penting sekali untuk di babak berikutnya," tegas Fardhan penuh semangat.

Enam Wakil Lainnya Kompak Kandas

Nahas, kegemilangan Fardhan gagal diikuti oleh rekan-rekannya yang lain. Di sektor tunggal putri, langkah Mayla Cahya Afilian Pratiwi dihentikan oleh wakil China, Yi Qing Yin. Mayla tak berkutik di gim kedua hingga menyerah dengan skor 17-21 dan 10-21.

"Gim pertama mainnya sudah lumayan oke, namun di gim kedua saya banyak buang-buang bola dan melakukan kesalahan sendiri. Lawan memiliki smash yang tajam dan bola depannya cepat. Untuk WJC nanti saya mau memperbaiki lagi dari fokusnya dan pola pikirnya harus dikuatkan lagi," ucap Mayla.

Sektor ganda putri juga harus kehilangan seluruh wakilnya. Pasangan Selsi Josika/Halifia Usni Pratiwi dipaksa menyerah dari wakil Korea Selatan, Han Bi Kim/Seo Young Yeo, lewat drama rubber game dengan skor 17-21, 21-19, dan 10-21.

Sedangkan duet Atresia Naufa Candani/Aurelia Syakira Putri tidak mampu membendung ketangguhan unggulan kedua tuan rumah, Aoi Banno/Yuzu Ueno, dan kalah 18-21 serta 11-21.

"Target kami sebetulnya podium, jadi ini bukan hasil yang sesuai target meskipun kami sudah berjuang maksimal. Di gim terakhir kami tertekan dan bingung mau main bagaimana lagi. Evaluasi ke depan harus konsisten dan jaga fokus jangan sampai hilang-hilang," ungkap Selsi kecewa.

Sementara itu, dari sektor ganda putra, pasangan Joven Farandi/Joseph Marcellino Kyta juga harus mengakui keunggulan duet China, Xin Ze Lyu/Qi Rui Sun, dengan kekalahan dua gim langsung 14-21 dan 17-21. Meski tersingkir, Joven/Joseph memetik pelajaran berharga pada debut mereka di AJC kali ini untuk bekal latihan ke depan.

Selain Joven/Joseph, sektor ganda putra juga harus kehilangan Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel yang harus takluk di tangan unggulan ketiga asal China, Feng Yi Lang/Jian Zhen Wei, dengan skor 21-23 dan16-21.

Sedangkan di sektor ganda campuran, satu-satunya wakil Merah Putih, Moses Andar Simanjuntak/Reya Azzahra Yulianti, harus menyerah saat menghadapi unggulan kedua asal Malaysia, Ahmad Redzuan/Zi Yu Low, lewat laga ketat tiga gim 21-19, 15-21, dan 9-21.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.