Akurat Logo

Kejuaraan Asia Junior: Revans atas Wakil China Lewat 3 Set, Fardhan Rainanda Joe Melesat ke Final

Dian Eko Prasetio | 4 Juli 2026, 16:52 WIB
Kejuaraan Asia Junior: Revans atas Wakil China Lewat 3 Set, Fardhan Rainanda Joe Melesat ke Final
Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Fardhan Rainanda Joe, saat tampil menghadapi wakil China, Luo Yu Jing, di semifinl Kejuaraan Bulutangkis Asia Junior 2026 di Yatsuhiro, Jepang, Sabtu 4 Juli 2026. PBSI

AKURAT.CO, Hasil luar biasa diukir tunggal putra masa depan Indonesia, Fardhan Rainanda Joe, di ajang Kejuaraan Bulutangkis Asia Junior (AJC) 2026.

Menjadi satu-satunya tumpuan Merah Putih, Fardhan Rainanda Joe tampil heroik di babak semifinal untuk mengamankan tiket ke partai puncak secara dramatis.

Bertanding di Yatsushiro City General Gymnasium, Yatsushiro, Jepang, Sabtu (4/7) waktu setempat, Fardhan Rainanda Joe sukses menumbangkan unggulan ketujuh asal China, Luo Yu Jing.

Melalui pertarungan melelahkan selama tiga gim yang diwarnai ketegangan setting point, Fardhan menang dengan skor akhir 21-16, 15-21, dan 23-21.

Laga semifinal ini tidak hanya memperebutkan tiket final, tetapi juga menjadi misi pembalasan bagi Fardhan.

Pasalnya, pemain andalan Indonesia ini sempat menelan kekalahan dari Luo Yu Jing pada pertemuan mereka di ajang Asian Youth Games 2025 lalu.

Fardhan mengakui bahwa tekanan tersebut sempat membayangi, namun motivasi besar untuk membalas kekalahan dan instruksi tepat dari pelatih membuatnya mampu tampil lepas di atas lapangan.

https://akurat.co/badminton/870755/kejuaraan-bulutangkis-asia-junior-6-tersingkir-fardhan-rainanda-joe-jadi-satu-satunya-wakil-indonesia-di-semifinal

"Pertandingan hari ini menguras energi karena poinnya juga ketat dan lawan juga tidak mau kalah. Tekanan pasti ada karena di Asian Youth Games 2025 saya kalah lawan beliau, jadi motivasi untuk pertandingan tadi mau revans," kata Fardhan.

Fardhan sempat mengamankan gim pertama dengan cukup meyakinkan. Namun di gim kedua, kendala teknis di lapangan sempat mengganggu pergerakannya hingga harus merelakan gim tersebut jatuh ke tangan wakil Negeri Tirai Bambu.

"Di gim kedua, lapangan saya cukup licin jadi gerakan saya agak terkendala," tambahnya menceritakan kendala di lapangan.

Memasuki gim penentu, tensi pertandingan semakin memuncak. Kejar-mengejar angka terus terjadi hingga menyentuh angka kembar 20-20.

Dalam situasi krusial dan menegangkan tersebut, Fardhan menunjukkan mentalitas baja. Fokus yang terjaga serta gemuruh dukungan dari rekan-rekan satu tim di tribun menjadi bahan bakar utama bagi Fardhan untuk mengunci kemenangan 23-21.

"Di akhir-akhir gim tadi, pikiran dan mental serta dukungan dari rekan-rekan tim jadi kunci kemenangan saya," tegas Fardhan bersyukur.

Kini, Fardhan tinggal selangkah lagi untuk mewujudkan misinya meraih podium tertinggi sekaligus meneruskan estafet kejayaan sektor tunggal putra Indonesia di Asia. Menatap laga final esok hari, ia memilih fokus pada kesiapan mental.

"Besok harus disiapkan lagi mental dan pikirannya karena lawan juga sudah tahu permainan saya. Untuk masyarakat Indonesia, tetap dukung saya terus di final nanti sampai saya jadi juara," pungkas Fardhan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.