Akurat Logo

Jepang Terbuka: Berjuang di Tengah Cedera Punggung, Sabar/Reza Singkirkan Wakil Chinese Taipei

Dian Eko Prasetio | 15 Juli 2026, 16:21 WIB
Jepang Terbuka: Berjuang di Tengah Cedera Punggung, Sabar/Reza Singkirkan Wakil Chinese Taipei
Pasangan ganda putra bulutangkis Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, saat menghadapi wakil Chinese Taipei, Chiu Hsiang Chieh/Wang Chi-Lin, pada 32 besar Jepang Terbuka 2026 di Tokyo, Jepang, Rabu (15/7/2026). PBSI

AKURAT.CO, Perjuangan luar biasa dan penuh drama tersaji pada babak 32 besar turnamen bulu tangkis BWF World Tour Super 750 Jepang Terbuka 2026.

Nasib berbeda harus dialami oleh dua wakil Indonesia yang berlaga di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Tokyo, Jepang, Rabu (15/7/2026) setempat.

Sektor ganda putra sukses menorehkan kemenangan heroik di tengah keterbatasan fisik.

Sayangnya, langkah manis tersebut gagal diikuti oleh sektor ganda campuran yang harus angkat koper lebih awal setelah terjebak dalam perang saraf melawan wakil Eropa.

Sabar Apresiasi Reza yang Tampil Maksimal Menahan Cedera

Ketangguhan mental ditunjukkan oleh pasangan ganda putra profesional Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani.

Menghadapi duet tangguh Chinese Taipei, Chiu Hsiang Chieh/Wang Chi-Lin, Sabar/Reza sukses mengamankan tiket babak 16 besar Jepang Terbuka lewat rubber game dengan skor 21-18, 17-21, dan 21-16.

Kemenangan ini terasa sangat emosional lantaran Reza bertanding dalam kondisi cedera punggung yang kembali kambuh. Bahkan, Reza mengaku sempat absen latihan selama sepekan sebelum bertolak ke Tokyo.

https://www.akurat.co/badminton/873594/jepang-terbuka-bungkam-wakil-tuan-rumah-alwi-farhan-melesat-ke-16-besar

"Bersyukur alhamdulillah bisa memenangi pertandingan hari ini. Kondisi saya tidak prima, cedera punggung kambuh lagi setelah terakhir tahun lalu," kata Reza selepas laga.

"Sempat tidak latihan satu minggu di Jakarta dan di sini kemarin hanya latihan ringan saja. Tapi sayang juga kalau harus mundur mengingat semua sudah disiapkan, jadi tadi coba main, coba memaksa, tapi yang penting tidak membuat cederanya semakin parah."

Melihat kondisi sang partner yang pincang, Sabar tampil pasang badan. Sabar dengan cerdas mengatur bola demi melindungi Reza agar tidak dieksploitasi oleh lawan.

"Apresiasi untuk Reza yang masih mau berjuang maksimal dengan kondisi yang tidak 100 persen," kata sang tandem.

"Di pertandingan tadi saya coba fokus untuk bagaimana bisa mendapat poin dan membuat pengembalian lawan tidak menyulitkan Reza, baik saat di depan atau di belakang. Dan itu bisa bekerja dengan baik terutama di gim pertama dan gim ketiga."

Menatap laga putaran kedua, pasangan ini memilih realistis dan tidak ingin mematok target muluk mengingat keterbatasan fisik yang ada.

"Untuk besok kita lihat saja bagaimana karena kondisinya memang tidak bisa 100 persen. Kami coba fokus ke diri masing-masing," tambah Reza.

Kena Mental Perang Saraf, Amri/Nita Ditumbangkan Unggulan Prancis

Nahas, hasil sebaliknya harus diterima pasangan ganda campuran, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah.

Menantang unggulan keenam asal Prancis, Thom Gicquel/Delphine Delrue, Amri/Nita terpaksa menyudahi langkah mereka setelah kalah tipis dua gim langsung dengan skor 18-21 dan 21-23.

Amri menyayangkan kegagalan mereka dalam mengunci kemenangan, padahal secara permainan mereka mampu mengimbangi juara Eropa tersebut dan beberapa kali memimpin perolehan angka.

"Hari ini kesulitannya ada pada diri kami sendiri, ketenangan di poin-poin akhir karena kan tadi sebenarnya mainnya imbang. Dan bahkan kami sempat beberapa kali unggul. Hanya manage poin-poin akhirnya itu yang kalah, taktik strategi di poin-poin akhirnya," sesal Amri.

Sementara itu, Nita Violina Marwah menyoroti taktik non-teknis berupa perang saraf yang diterapkan oleh Gicquel/Delrue. Lawan dinilai sengit mengulur waktu untuk merusak momentum dan fokus di poin-poin kritis.

"Kesalahan sendiri menjadi bumerang, kami kalah tenang juga di poin-poin akhir. Mereka bermain banyak cara dengan mengulur-ngulur waktu, sering minta istirahat, ganti bola yang sebenarnya masih oke, itu cukup mengganggu kami," jelas Nita.

"Ini pelajaran buat kami untuk bisa maintain emosi, bisa lebih sabar lagi, fokusnya lebih ditahan lagi di situasi-situasi seperti ini."

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.