Akurat
Pemprov Sumsel

Tour de France 2024: Cetak Sejarah, Biniam Girmay Jadi Pembalap Afrika Pertama Menangkan Etape

Leo Farhan | 2 Juli 2024, 14:39 WIB
Tour de France 2024: Cetak Sejarah, Biniam Girmay Jadi Pembalap Afrika Pertama Menangkan Etape
 
AKURAT.CO Biniam Girmay menjadi orang Afrika pertama yang berhasil meraih kemenangan dalam satu etape ajang balap sepeda paling bergengsi di dunia, di mana dia keluar sebagai yang tercepat pada etape ketiga, atau etape terpanjang di Tour de France 2024.
 
Pesepeda asal Eritrea itu mencatatkan sejarah dengan menjadi pembalap kulit hitam pertama yang mampu memenangkan satu etape di ajang Tour de France. Girmay menjadi juara usai melahap rute sejauh 230,8 km dari Piacenza untuk finis di Turin pada Senin (1/6/2024) setempat.
 
"Kemenangan ini untuk semua orang Afrika. Kita harus bangga sekarang. Kita benar-benar menjadi bagian dari perlombaan besar. Sekarang saatnya bagi kita," kata Girmay dikutip laman Allafrica.com, Selasa (2/7/2024).
 
 
Balapan etape ketiga kali ini sempat diwarnai aksi breakaway, namun rombongan mampu mengejar hingga balapan kembali dalam rombongan besar.
 
Tetapi, Girmay mampu mengatur kecepatannya untuk mengungguli Fernando Gaviria (Kolombia) dan Arnaud de Lie (Belgia) yang masing-masing finis di posisi kedua dan ketiga.
 
"Dengan tur pertama saya tahun lalu, saya memeroleh pengalaman, dan saya mengelola semuanya dengan lebih baik saat ini. Kemenangan hari ini sungguh luar biasa," katanya.
 
Girmay menjadi orang Afrika pertama yang memenangkan balap klasik satu hari di Gent-Wevelgem, pada usia 21 tahun. Itu adalah kemenangan etape Grand Tour keduanya setelah Giro d'Italia pada tahun 2022.
 
"Sejujurnya, ketika saya pergi ke Giro, saya tahu saya memiliki level untuk memerjuangkan kemenangan, tetapi untuk tur, saya pikir saya harus menunggu (hingga) 2025, 2026. Memenangkan etape yang dihadiri oleh semua spesialis sprint terbaik adalah hal yang luar biasa," kata Girmay.
 
Sementara itu, dalam klasifikasi umum, pembalap Eluador, Richard Carapaz tanpa disangka mampu mengambil yellow jersey dari salah satu pembalap favorit tur, Tadej Pogacar untuk memimpin klasemen. Namun, posisi Carapaz belum aman.
 
Dia bisa dikudeta kapanpun oleh tiga pembalap di bawahnya yakni Tadej Pogacar, Remco Evenepoel, dan Jonas Vingegaard lantaran memiliki catatan waktu yang sama. Hasil itu membuat Carapaz bisa dikudeta kapanpun begitu dia lengah. 
 
 
Selain itu, kudeta terhadap Pogacar ini menunjukkan bahwa Tour de France 2024 sangat kompetitif. Pembalap Slovenia itu tak bisa sedominan seperti yang dia lakukan di Giro d'Italia 2024 pada Mei lalu. Persaingan menuju gelar juara, paling tidak pada saat ini, menjadi pertarungan antara empat pembalap di peringkat teratas klasemen sementara.
 
 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
R