AKURAT.CO Pembalap sepeda asal Belgia, Jasper Philipsen meraih kemenangan keduanya di Tour de France 2024 usai keluar sebagai yang tercepat pada etape ke-13 dari Agen ke Pau, pada Jumat (12/7/2024) setempat.
Walau mampu meraih kemenangan, pembalap berusia 26 tahun itu, menjadi sasaran kritik dari para pesaingnya lantaran gaya sprint-nya yang di nilai membahayakan.
Pembalap Alpecin-Deceuninck itu mampu menghindari kecelakaan parah di kilometer terakhir untuk mengalahkan Wout Van Aert dan Pascal Ackermann untuk merebut tempat pertama.
Namun, usai balapan, Ackermann menolak berjabat tangan dengan Philipsen, yang kemudian menyarankan komisaris balapan untuk menghukumnya atas tindakannya tersebut.
"Philipsen menabrak roda depan saya saat dia menyalip saya, berbelok ke kanan dan membuat saya hampir terjatuh," kata Ackermann dikutip The Guardian.
"Dia sudah berkali-kali melakukan hal yang sama, dan dia masih melakukannya. Saya harap mereka menghukumnya hari ini, karena itu terlalu berlebihan."
Hanya ada dua tanjakan kategori empat pada rute kali ini, tetapi hembusan angin yang cukup kencang membuat kekacauan sejak awal balapan.
Serangan demi serangan dari para pembalap membuat serangkaian perpecahan yang saling mengejar, dengan tiga pembalap teratas di klasifikasi umum (Tadej Pogacar, Remco Evenepol, dan Jonas Vingegaard) aktif di setiap kesempatan.
Bahkan serangan yang tak henti-henti, dan jalan bergelombang ke Pau memupus harapan beberapa sprinter terdepan, termasuk Mark Cavendish, yang tersingkir dalam kelompok kecil.
Sementara itu, Tadej Pogacar, terus memimpin klasemen klasifikasi umum (GC) setelah finis di posisi kesembilan untuk memertahankan keunggulan 1:06 menit dari Remco Evenepoel.