Berpotensi 'Intervensi' Persaingan Jorge Martin-Fransesco Bagnaia, Ini Komentar Marc Marquez

AKURAT.CO, Dominasi Ducati di MotoGP 2024 ternyata menimbulkan kerumitan tersendiri sehubungan dengan persaingan perburuan gelar juara dunia di sisa dua seri pamungkas.
Sebagaimana yang dijelaskan Marc Marquez yang merupakan pembalap Ducati di bawah bendera Gresini Racing, ia menyebut team order (instruksi tim) sulit dilakukan musim ini.
Tak lain karena persaingan untuk gelar juara dunia melibatkan dua sesama pembalap Ducati: Jorge Martin dan Fransesco Bagnaia.
Baca Juga: MotoGP Malaysia: Jinakkan Sepang yang tak Ramah Bikin Jorge Martin Longgar di Valencia?
Yang membedakan hanyalah tim di mana Fransesco Bagnaia membalap di tim utama, Ducati Course, sementara Jorge Martin di Pramac Racing.
“Posisi Ducati sulit, karena dua pembalap Ducati bertarung untuk gelar juara dunia,” kata Marc Marquez di sela MotoGP Thailand di Buriram, pekan lalu, sebagaimana dipetik dari Crash.
“Jadi jika (misalnya) satu pembalap Ducati dan yang lain pembalap KTM, maka mudah untuk mengetahui apa yang perlu Anda lakukan.”
Marc Marquez sendiri pernah terlibat dalam situasi di mana ia melakukan intervensi untuk mendukung salah seorang pembalap menjadi juara dunia.
Itu terjadi di musim 2015 di mana ia dengan sengaja menghalangi Valentino Rossi di balapan-balapan terakhir untuk membiarkan Jorge Lorenzo menjadi juara dunia.
Baca Juga: MotoGP Thailand: Juara, Penampilan Dominan Bagnaia di Buriram Berhasil Pangkas Jarak dari Martin
“Tentu saja, (intervensi) itu sulit. Saya pernah melakukannya di masa lalu,” kata Marquez tertawa.
Marc Marquez sendiri saat ini berada di posisi ketiga klasemen MotoGP 2024 dengan 356 poin atau berjarak 97 angka dari Martin di posisi puncak dan 80 poin dari Bagnaia di posisi kedua.
Sementara itu, balapan tahun ini tersisa dua seri lagi, yakni di Malaysia pada 3 November dan Valencia pada 17 November.
Ia berpotensi menjadi “pengacau” persaingan karena bisa menjadi juara di dua seri tersebut. Marquez sudah menunjukkannya saat ia menjadi juara di Australia, 20 Oktober silam.
Pun demikian juara dunia delapan kali itu menyebut bahwa team order hanya dibutuhkan bagi pembalap yang punya motor tidak dalam posisi tercepat.
“Pada akhirnya, saya selalu mengatakan hal yang sama: jika Anda punya kecepatan, Anda tak butuh team order,” kata Marquez. “Jadi, saya kira yang tercepat akan menang.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








