Akurat
Pemprov Sumsel

Lewis Hamilton Isyaratkan Sinyal Kebangkitan, Optimistis Ferrari Bisa Jegal Dominasi Mercedes

Dian Eko Prasetio | 9 Maret 2026, 18:33 WIB
Lewis Hamilton Isyaratkan Sinyal Kebangkitan, Optimistis Ferrari Bisa Jegal Dominasi Mercedes
Pembalap Ferrari, Lewis Hamilton. di sela F1 GP Australia 2026 di Melbourne, Australia, Minggu (8/3/2026). X/Scuderia Ferrari

AKURAT.CO, Juara dunia Formula 1 (F1) tujuh kali, Lewis Hamilton, menebar optimisme tinggi usai melakoni seri F1 2026 di Australia akhir pekan lalu.

Meski harus mengakui keunggulan mantan timnya, Mercedes, Lewis Hamilton meyakini Ferrari kini punya senjata yang mumpuni untuk bersaing dalam perburuan gelar juara dunia tahun ini.

Dalam balapan yang berlangsung di Sirkuit Albert Park, Minggu (8/3), pembalap Ferrari asal Inggris tersebut finis di posisi keempat.

Lewis Hamilton mengekor tepat di belakang rekan setimnya, Charles Leclerc, yang mengamankan podium ketiga. Sementara itu, podium satu dan dua dikuasai duo Mercedes, George Russell dan Kimi Antonelli.

Hamilton menilai performa Ferrari di Melbourne menjadi bukti nyata kemajuan pesat tim asal Maranello tersebut. Menurutnya, mobil generasi terbaru Ferrari jauh lebih kompetitif dibandingkan musim lalu.

"Secara keseluruhan, tim telah melakukan pekerjaan hebat. Banyak hal positif yang bisa diambil. Beberapa lap lagi, saya mungkin bisa menyalip Charles. Saya tahu kami bisa bersaing untuk podium juara dunia," kata Hamilton dikutip The Guardian.

Sejatinya, duet Hamilton dan Leclerc tampil impresif sejak lampu hijau menyala. Dalam 12 lap awal, mereka sukses memberikan tekanan ketat kepada Russell.

Namun, momentum kemenangan hilang setelah Mercedes memanfaatkan periode Virtual Safety Car (VSC) untuk melakukan pit stop, langkah yang tidak diikuti oleh Ferrari.

Walau gagal meraih kemenangan di seri perdana, pembalap berusia 41 tahun ini tidak berkecil hati. Ia mengakui Mercedes masih sedikit di depan dalam hal kecepatan, namun celah tersebut bukan hal yang mustahil untuk ditutup.

"Kami tidak secepat Mercedes, tapi kami berada di posisi yang tepat. Masih ada kerja keras untuk mengejar mereka, tapi itu bukan hal yang mustahil," kata pembalap yang meraih gelar ketujuhnya itu pada 2020 silam.

Musim 2026 ini menjadi ajang pembuktian bagi Hamilton setelah tahun debutnya di Ferrari pada 2025 berakhir mengecewakan tanpa satu pun raihan podium sekaligus menjadi catatan terburuk sepanjang karier legendarisnya.

Kini, dengan regulasi baru yang lebih sesuai dengan gaya balapnya, Hamilton merasa lebih menikmati persaingan. Hamilton juga menyoroti pentingnya evaluasi strategi di lapangan.

Ia meyakini keputusan pit stop saat VSC di Melbourne menjadi poin krusial yang harus diperbaiki tim ke depannya.

"Kami perlu melihat apakah melakukan pit stop akan lebih baik. Saya yakin setidaknya salah satu dari kami harus masuk pit untuk mengawal Mercedes," tambahnya.

Setelah dari Australia, panggung F1 2026 akan bergeser ke Sirkuit Internasional Shanghai, China, pada 13-14 Maret mendatang. Seri Asia ini kemudian dijadwalkan berlanjut ke Jepang, Bahrain, dan Arab Saudi, meski dua lokasi terakhir masih dibayangi ketidakpastian akibat eskalasi konflik di wilayah Timur Tengah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.