Max Verstappen Absen Tes Tengah Musim di Suzuka, Sinyal Hengkang Makin Kuat?

AKURAT.CO, Kabar mengejutkan datang dari garasi Red Bull Racing. Sang juara dunia empat kali, Max Verstappen, dipastikan absen dalam sesi tes tengah musim yang digelar di Sirkuit Suzuka, Jepang, Selasa (31/3) dan Rabu (1/4) setempat.
Keputusan ini diambil tak lama setelah pembalap berusia 28 tahun itu kembali menelan pil pahit dengan hanya finis di posisi kedelapan pada GP Jepang. Hasil ini memperpanjang tren negatif Max Verstappen yang belum sekalipun mencicipi podium di awal musim 2026.
Max Verstappen dikabarkan langsung bertolak menuju kediamannya di Monako sesaat setelah balapan di Suzuka usai. Meski muncul spekulasi bahwa dirinya diganti, pihak tim menegaskan bahwa Verstappen memang tidak dijadwalkan turun dalam tes evaluasi kali ini.
Sebagai gantinya, pembalap muda Red Bull, Isack Hadjar, akan mengambil alih kemudi RB22. Hadjar, yang finis di posisi ke-12 pada balapan hari Minggu lalu akan memimpin program pengembangan data tim selama dua hari ke depan sebelum F1 memasuki jeda panjang akibat pembatalan seri Bahrain dan Arab Saudi.
Di balik absennya sang pembalap utama, spekulasi mengenai masa depan Verstappen di F1 justru semakin liar. Dalam wawancara terbaru dengan BBC Sport, pembalap asal Belanda ini memberikan sinyal kuat mengenai potensi pensiun dini akibat ketidakpuasannya terhadap regulasi baru 2026.
“Saya memikirkan segala hal di dalam paddock ini. Secara pribadi saya sangat bahagia, tapi dengan jadwal 22 hingga 24 balapan setahun, Anda mulai berpikir, apakah ini sepadan?” kata Verstappen dikutip laman Mirror.
Verstappen menegaskan bahwa rasa frustrasinya bukan sekadar karena ia tidak lagi mendominasi podium, melainkan karena cara membalap dengan mobil generasi baru yang dianggapnya tidak natural.
“Saya bisa menerima finis di P7 atau P8 karena saya realistis, tidak mungkin menang terus. Tapi ketika Anda berada di posisi itu dan tidak menikmati sistem di baliknya, itu terasa tidak alami bagi seorang pembalap. Ini benar-benar anti-driving,” jelas Verstappen.
“Anda bisa melihat ini sebagai cara menghasilkan banyak uang. Bagus. Tapi pada akhirnya, ini bukan lagi soal uang karena gairah selalu menjadi prioritas saya.”
Verstappen saat ini tertahan di peringkat kesembilan klasemen sementara pembalap.
Jeda empat pekan yang tercipta akibat situasi geopolitik di Timur Tengah memberikan waktu bagi Verstappen untuk merenung, sekaligus memberikan waktu bagi Red Bull untuk melakukan evaluasi total terhadap performa mobil mereka yang tertinggal jauh dari Mercedes dan Ferrari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





