Kericuhan Suporter Terjadi Di Semarang, PSSI Ingatkan FIFA Ada Di Indonesia

AKURAT.CO, Kericuhan suporter tampaknya masih menjadi masalah besar bagi PSSI. Terakhir, keributan terjadi antar suporter PSIS Semarang dan Persib Bandung pada laga Liga 1 Indonesia 2023-2024 di Stadion Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (20/8).
Dalam laga yang berlangsung di Stadion Jatidiri, Semarang, tuan rumah PSIS Semarang memang harus mengakui keunggulan tim tamu Persib Bandung dengan skor 1-2.
Sayangnya, jalannya pertandingan ini juga ditandai oleh insiden kericuhan suporter. Kejadian tersebut dipicu oleh ketidakpuasan suporter PSIS Semarang terhadap sejumlah pendukung Persib Bandung yang menunjukkan euforia berlebihan di dalam stadion.
Kericuhan suporter ini pun mendapat respons dari anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga. Di mana Arya menegaskan bahwa sepak bola Indonesia masih dalam transisi pasca kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Oktober lalu.
Bahkan Arya menilai FIFA saat ini sudah berada di Indonesia dan sangat mudah memantau sepak bola Indonesia.
"Kita menyayangkan kejadian yang terjadi di Semarang," ucap Arya Sinulingga.
"Kita harus ingat juga FIFA itu sudah ada di Indonesia. Mereka sudah berkantor di Indonesia dan melihat semua kejadian dan sangat transparan bagi mereka dengan apa yang terjadi," tambah Arya.
Arya pun mengatakan apa yang terjadi di Semarang sudah jelas akar permasalahannya. Di mana ada saling ejek antar suporter.
"Kejadian Semarang kan sudah terlihat bahwa ternyata saling ejek antar suporter akhirnya kejadian seperti itu (rusuh). Ini kan berat bagi semua," tegas Arya.
Selain itu Arya juga mengingatkan perihal larangan suporter away untuk hadir. Untuk itu dia meminta kelompok suporter bisa menahan diri untuk tidak hadir saat tim kesayangannya melakoni laga away.
"Kita semua harus sama-sama bekerja sama, harus mendorong bersama-sama seluruh elemen sepak bola, mau itu federasi, mau itu LIB, mau itu klub, mau itu suporter, ini nggak boleh lepas tangan. Semuanya harus bersama-sama."
"Keputusan transisi yang diajukan PSSI setelah koordinasi dengan FIFA yang di mana away itu tidak ada penonton memang mau nggak mau harus kita lakukan bersama-sama. Semua suporter juga harus harus bersama-sama mau menahan diri untuk tidak datang away," tutup Arya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK



