Soal Ciuman, Perdana Menteri Spanyol Sebut Permintaan Maaf Rubiales Tidak Cukup

AKURAT.CO, Polemik insiden ciuman yang dilakukan Presiden Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF), Luis Rubiales, terhadap salah satu pemain tim nasional putrinya, Jenni Hermoso, ternyata belum berhenti. Kali ini, Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, yang turut bersuara soal peristiwa di podium juara Piala Dunia Putri 2023 tersebut.
Pedro Sanchez mengatakan bahwa pernyataan maaf yang dinyatakan oleh Rubiales karena mencium Hermoso belum cukup. Sang Perdana Menteri tak menjelaskan tindakan apa yang yang harus dilakukan Rubiales namun pernyataan ini bisa diartikan dorongan agar Presiden RFEF mundur dari jabatannya.
“Apa (aksi ciuman Rubiales) yang kita lihat adalah gerak tubuh yang tidak bisa diterima,” kata Pedro Sanchez sebagaimana dipetik dari The Guardian.
“Dan permintaan maaf yang disampaikannya tidak cukup, saya yakin itu kurang memadai. Dia perlu terus mengambil langkah untuk menjelaskan apa yang kita semua saksikan.”
Luis Rubiales dikecam karena mencium bibir Jenni Hermoso pada seremoni pengalungan medali untuk pemain Spanyol sebagai juara Piala Dunia Putri Australia-Selandia Baru 2023 di Stadion Australia, Sydney, akhir pekan lalu. Hermoso kemudian merespons bahwa ia tidak menyukai tindakan Rubiales.
Awalnya, Rubiales menganggap bahwa kecaman terhadapnya dilakukan oleh orang “idiot dan bodoh”. Sebab, kata Rubiales, apa yang dilakukannya terhadap penyerang Timnas Putri Spanyol tersebut dilakukan secara alami sebagai bentuk persahabatan.
Dari komunitas sepakbola, keluhan resmi bahkan disampaikan oleh Kepala Fasilitas Pelatihan Pelatih Sepakbola Spanyol (CENAFE), Miguel Galan. Menurut Galan, apa yang terjadi di Sydney adalah bentuk “ketidakberdayaan” Hermoso di hadapan presiden federasi sepakbolanya.
“Federasi adalah majikan dan dia (Hermoso) adalah pekerja. Kenyataan itu– bersama dengan elemen kejutannya–berarti dia tidak bisa bereaksi dengan cara yang mungkin dia lakukan jika konteksnya berbeda,” kata Galan.
Media-media Spanyol menyebut bahwa keluhan yang diajukan Galan adalah kasus ciuman pertama yang terjadi di sepakbola Spanyol. Galan menggunakan istilah “serangan seksual” untuk tindakan yang dilakukan Luis Rubiales terhadap Hermoso pada malam paling bersejarah untuk sepakbola putri Spanyol itu.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







