Nasser Al Khelaifi: Eropa Menjual Pemain Ke Arab Saudi Dengan Senang Hati

AKURAT.CO, Pemimpin Asosiasi Klub Eropa (ECA) sekaligus Presiden Paris Saint-Germain, Nasser Al Khelaifi, menegaskan bahwa manuver Arab Saudi di bursa transfer musim panas lalu tak membahayakan sepakbola Eropa. Eropa, kata Khelaifi, justru senang melepas pemainnya ke Arab Saudi.
“Kami percaya diri. Kami punya kompetisi terbaik dan terbesar dan para pemain terbaik,” kata Nasser Al Khelaifi sebagaimana dipetik dari BBC.
“Bukan (hak) saya untuk menghakimi apa yang terjadi di luar Eropa. Tetapi, dengar, sebagian besar klub (Eropa) menjual pemain kepada mereka. Jika kami tidak senang, mengapa kami menjual pemain kepada mereka? Itu kebenarannya.”
Baca Juga: Anggap Arab Saudi Bukan Ancaman, Presiden UEFA Ingatkan Kegagalan China Pada 2017
Bukan hanya itu, elite sepakbola yang merupakan warga Qatar tersebut menjamin bahwa Eropa tidak akan tinggal diam jika Arab Saudi dirasa sudah mengancam sepakbola mereka. Sejauh ini, Khelaifi menganggap situasi masih terkendali di mana kualitas sepakbola Eropa tak menurun.
“Apakah ini berbahaya? Saya beritahu Anda opini saya. Jika ada sebarang bahaya, klub-klub Eropa tidak akan diam. Sejauh ini, saya tidak melihat bahaya apapun.”
Polemik apakah gelontoran uang Arab Saudi membahayakan sepakbola Eropa atau tidak telah mewarnai pembicaraan sejak sejumlah klub negara Timur Tengah itu merekrut pemain-pemain terkemuka di dunia. Nama-nama seperti Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, dan Neymar kini bermain di Liga Pro Saudi.
Baca Juga: Peter Schmeichel Akui Arab Saudi Ancam Standar Kualitas Liga Inggris
Perusahaan Layanan Finansial, Deloitte, mengumumkan bahwa Liga Pro Saudi berada di posisi keempat dalam daftar belanja terbanyak di bursa transfer musim panas lalu. Mereka melewati jumlah belanja Bundesliga Jerman dan La Liga Spanyol meski Liga Primer Inggris masih berada di posisi teratas.
Deloitte menyebut bahwa pada musim panas lalu Arab Saudi membelanjakan uang sebesar 691 juta Poundsterling (sekitar Rp13,23 triliun). Informasi yang beredar adalah bahwa sepakbola negara gurun tersebut tidak hanya melakukan transfer musiman di tahun ini saja namun siap dengan dana jangka panjang.
Pun demikian, salah satu yang menjadi perhatian sepakbola Eropa adalah periode transfer Liga Pro Saudi yang lebih panjang dari Eropa. Ini berbahaya karena Saudi masih bisa menggoda pemain yang sudah melewati periode jendela transfer dan berakibat terhadap keteralihan konsentrasi dari fokus di lapangan.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







