Baca Juga: Erick Thohir: Jerman Dan Prancis Punya Style Berbeda, Kita Akan Disajikan Tontonan Berkelas "Tentu, jika kami bisa membalaskan dendam ke Jerman akan sangat bagus. Namun, terpenting adalah bagaimana kita bisa membawa pulang piala ini ke Prancis."
Argney juga menekankan pentingnya bermain solid sebagai sebuah grup. Pemain klub Le Havre AC 2 itu mengakui kemampuan individu rekan-rekannya di Timnas Prancis U-17.
Namun, permainan timlah yang bisa mengantarkan mereka merebut gelar juara dunia saat menghadapi Jerman di partai final nanti.
"Setiap pemain memiliki kelebihan masing-masing, dan mereka semua di tim ini adalah penting," jelas kiper berusia 17 tahun tersebut.
"Begitu juga Ismail Bouneb yang menampilkan performa luar biasa untuk membantu tim memenangkan pertandingan dengan membuat
assist dan mencetak gol."
"Tapi, dia tanpa pemain lainnya tidak ada artinya juga. Makanya kami butuh menjadi satu untuk tetap kuat," jelasnya.
Prancis sendiri lolos ke partai puncak setelah menyingkirkan perlawanan Timnas Mali U17 dengan skor akhir 2-1.
Sempat tertinggal lebih dulu lewat gol kapten Mali, Ibrahim Diarra,
Les Bleus muda membalikkan keadaan setelah kartu merah yang didapatkan Souleymane Sanogo di menit ke-55.
Satu menit setelah Sanogo dikeluarkan, Prancis mampu menciptakan gol penyeimbang lewat Yvann Titi diikuti gol kemenangan dari Ismail Bouneb (69').
Sementara Jerman ke partai final usai menyingkirkan Timnas Argentina U17 lewat drama adu penalti setelah bermain imbang 3-3 selama 90 menit.
Jerman sendiri setelah memastikan tempat di final telah menegaskan ambisinya untuk bisa mengawinkan gelar juara Piala Eropa U-17 2023 dan Piala Dunia U-17 2023.
Tak heran, hal ini akan membuat partai puncak di Manahan nanti dipastikan bakal berjalan seru.
Apalagi kedua tim sama-sama belum pernah merasakan kekalahan di sepanjang turnamen kelompok usia terbesar di dunia ini sejak penyisihan grup.[]