Akurat
Pemprov Sumsel

Mario Zagallo, Pemain dan Pelatih Legendaris Brasil Meninggal Dunia di Usia 92 Tahun

Badri | 6 Januari 2024, 17:27 WIB
Mario Zagallo, Pemain dan Pelatih Legendaris Brasil Meninggal Dunia di Usia 92 Tahun

AKURAT.CO, Sepakbola Brasil sedang berduka. Ya, salah satu mantan pemain dan pelatih legendaris Tim Nasional Brasil, Mario Zagallo, meninggal dunia pada hari ini, Sabtu (6/1).

Mario Zagallo menghembuskan nafas terakhirnya di Rio De Janeiro, Brasil, di usia 92 tahun. Peristiwa ini menandai perginya sosok yang meraih empat gelar Piala Dunia bersama Brasil.

“Dengan kesedihan yang mendalam, kami memberitahu Anda kematian juara dunia empat kali kita yang abadi, Mario Jorge Lobo Gazallo,” bunyi pernyataan di akun Instagram resmi Zagallo.

Baca Juga: Mengapa Adu Penalti Brasil Dan Argentina Beda Nasib? Ini Kata Juergen Klinsmann

“Seorang ayah yang perhatian, kakek yang mencintai, ayah mertua yang peduli, teman yang beriman, profesional pemenang, dan seorang manusia yang hebat. Idola besar. Seorang patriot yang meninggalkan kita warisan pencapaian besar.”

Lahir di Atalaia, Brasil, 9 Agustus 1931, Mario Zagallo menyumbangkan dua gelar Piala Dunia untuk negaranya sebagai pemain dan dua lagi sebagai pelatih. Bersama Pele semasa bermain, Zagallo meraih gelar Piala Dunia 1958 dan 1962 untuk Brasil.

Pada 1970, legenda dengan julukan “Sang Profesor” itu mencatatkan sejarah dengan membawa Brasil meraih gelar Piala Dunia ketiga sebagai pelatih. Ia mengulanginya pada 1994 semasa menjadi asisten Carlos Alberto Pereira.

Dalam sejarah sepakbola Brasil, Mario Zagallo adalah saksi hidup dalam duka dan kejayaan. Ia adalah penonton langsung ketika tuan rumah Brasil dikalahkan Uruguay di final Piala Dunia 1950 di Stadion Maracana, Rio De Janeiro.

“Hari itu tidak pernah pergi dari pikiran saya,” kata Zagallo mengenang final Piala Dunia 1950.

Baca Juga: Posisinya Dikabarkan Rentan di Roma, Jose Mourinho Bantah Ditawari Latih Timnas Brasil

Zagallo nyaris memberikan gelar Piala Dunia kelima untuk Brasil di Piala Dunia 1998. Hanya saja, Selecao–julukan Brasil–ketika itu harus menyerah dari tuan rumah Prancis dengan skor 0-3 di final.

Semasa menjadi pemain, Zagallo bermain untuk dua klub saja: Flamengo dan Botafogo. Kariernya di dua klub tersebut terbentang pada periode 1951-1965 dan setahun setelah pensiun ia langsung melatih Botafogo.

Adapun karier kepelatihannya yang panjang melibatkan tujuh klub dan tiga tim nasional. Selain melatih Brasil, pelatih yang juga dijuluki “Serigala Tua” tersebut pernah melatih Kuwait dan Arab Saudi pada dekade 1970-an dan 1980-an.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

B
Reporter
Badri
H