Skandal Pajak Neymar, Polisi Gerebek Kantor Kementerian Ekonomi Prancis

AKURAT.CO Polisi menggerebek Kementerian Ekonomi Prancis atas kecurigaan bahwa klub sepakbola Paris Saint-Germain (PSG) mendapatkan perlakuan pajak khusus dari pemerintah untuk transfer Neymar pada 2017 dari Barcelona.
Kantor kejaksaan Paris mengatakan bahwa penggerebekan merupakan bagian dari penyelidikan yang sedang berlangsung sehubungan dengan PSG atas dugaan penyuapan dan penjajaan pengaruh.
Skandal berkembang berpusat di sekitar PSG (yang dimiliki Qatar dan Kementerian Ekonomi Prancis) telah memberikan tekanan pada Gérald Darmanin atau menteri keuangan pada saat itu.
Baca Juga: Update Daftar Transfer Resmi Liga Inggris Pekan Ketiga Januari 2024
Jaksa penuntut Prancis menyelidiki bagaimana rekor transfer Neymar senilai €222 juta dikenai pajak, setelah sebelumnya media Prancis Mediapart dan Libération melaporkan adanya pertukaran dan pertemuan langsung antara para eksekutif PSG dan pejabat Kementerian Ekonomi Prancis pada saat itu.
PSG khawatir harus membayar pajak hingga puluhan juta atas rekor transfer tersebut dan melobi kementerian ekonomi untuk mempermanis tagihannya, menurut dokumen yang diperoleh kedua organisasi tersebut.
Menurut Mediapart, Kementerian Ekonomi Prancis memberikan saran kepada PSG untuk menyiasati aturan pajak yang ada, tak lama setelah pertemuan antara direktur komunikasi PSG saat itu, Jean-Martial Ribes, dan kepala staf Darmanin.
Awal pekan ini, Darmanin - yang kini menjabat sebagai menteri dalam negeri - menolak untuk mengkonfirmasi atau menyangkal cerita tersebut.
Namun, ia menekankan bahwa kas negara Prancis diuntungkan dengan transfer Neymar ke Paris.
"Jika Tuan Neymar tidak datang, tidak ada pajak yang akan dibayarkan, tidak ada kaos sepak bola dengan namanya yang akan dijual, dan tidak ada kontribusi jaminan sosial yang akan masuk," katanya dikutip Kamis (18/1/2024).
Kasus ini telah memicu kritik, terutama dari oposisi sayap kiri.
Eric Coquerel dari France Unbowed, yang mengetuai komite keuangan Majelis Nasional Prancis, meminta Kementerian Ekonomi Prancis untuk melihat catatan tertulis di mana administrasi fiskal dilaporkan, meyakinkan PSG bahwa mereka tidak perlu membayar pajak atas kesepakatan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








