Akurat
Pemprov Sumsel

UEFA Akan Sertakan Minimal Dua Perempuan di Komite Eksekutif

Sulthony Hasanuddin | 9 Februari 2024, 17:19 WIB
UEFA Akan Sertakan Minimal Dua Perempuan di Komite Eksekutif

AKURAT.CO Uni Sepakbola Eropa, UEFA akan memiliki setidaknya dua wanita di Komite Eksekutif setelah badan tersebut mengesahkan amandemen statuta pada Kongresnya di Paris, Kamis (8/2/2024).

Pengumuman Ketua EUFA, Aleksander Ceferin untuk tidak mencalonkan diri sebagai presiden pada 2027 membayangi urusan lain dalam agenda tersebut, di mana semua amandemen statuta UEFA yang diusulkan disetujui.

Ini termasuk ketentuan untuk memiliki setidaknya dua anggota perempuan di Komite Eksekutif UEFA.

Baca Juga: Pengadilan Tinggi Malaysia Batalkan Beberapa Hukum Islam dalam Kasus Penting, Ternyata Ini Penyebabnya

"Ngomong-ngomong, jika Anda tidak tahu, kami juga menambahkan posisi wanita, perubahan statuta juga tentang posisi wanita," kata Ceferin pada konferensi pers, dikutip Jumat (9/2/2024).

"Sekarang hanya sebuah saran untuk Anda, mungkin karena saya melihat semua pria di sini, Anda harus memikirkan tentang kesetaraan gender, sebagai jurnalis olahraga saya tidak melihat banyak artikel tentang itu," ungkapnya.

Dua anggota baru Komite Eksekutif juga disahkan untuk masa jabatan empat tahun yakni Nasser Al-Khelaifi dari Paris St Germain dan Miguel Angel Gil Marin dari Atletico Madrid.

Aleksander Ceferin mengatakan bahwa dia tidak akan mencalonkan diri kembali pada pemilu 2027 karena alasan keluarga, meskipun amandemen telah disahkan yang memungkinkan dia untuk mencalonkan diri.
 
Baca Juga: Mengenal Sosok Oleksandr Syrskyi, Panglima Militer Ukraina yang Baru Dilantik Zelenskiy
 
Ada batasan 12 tahun dalam masa kepresidenan UEFA, yang turut diperkenalkan oleh Ceferin yang telah berkuasa sejak mengambil alih jabatan dari Michel Platini pada tahun 2016.
 
Dia terpilih kembali untuk masa jabatan kedua pada tahun 2019 dan masa jabatan ketiga pada tahun lalu.
 
Pelatih berusia 56 tahun itu menambahkan bahwa dia bosan dengan Covid, perang, dan proyek tidak masuk akal yang disebut liga super.
 
Seperti diketahui, Covid melanda olahraga di seluruh dunia sejak tahun 2020, sementara tim sepak bola Rusia diskors oleh UEFA setelah negara itu menginvasi Ukraina pada Februari 2022, yang oleh Moskow disebut sebagai 'operasi khusus'.
 
Konflik Israel-Hamas juga mengganggu penjadwalan pertandingan.
 
Pada bulan April 2021 UEFA mencegah 12 klub membentuk Liga Super, dengan klub dan liga lain berkumpul untuk mengecam proyek tersebut.
 
Barcelona dan Real Madrid kini menjadi satu-satunya klub yang masih mendukung proyek Liga Super yang memisahkan diri.
 
Baca Juga: VIRAL! Komposer Eka Gustiwana Bikin Lagu Janji Capres dalam Tiga Menit, Warganet: Pemersatu Bangsa
 
 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.