FA Minta Klub Sepakbola Amatir Mencabut Bendera Sepak Pojok Palestina usai Diprotes Orang Tua Pemain yang Berdarah Yahudi

AKURAT.CO Asosiasi Sepakbola (FA) akan meminta sebuah klub amatir untuk mencabut bendera sepak pojok Palestina yang menyebabkan pertandingan tim di bawah delapan tahun dibatalkan pada hari Minggu pekan lalu.
"Kami ingin anak-anak dapat bermain sepak bola di lingkungan yang aman dan ramah. Kami telah mengetahui insiden pada akhir pekan lalu dan kami akan menghubungi klub untuk meminta mereka mencopot bendera (Palestina) di sudut lapangan untuk pertandingan-pertandingan selanjutnya," ungkap FA dalam pernyataannya, dikutip Selasa (12/3/2024).
Queens Park Crescents (QPCFC) bersikukuh bahwa mereka telah mendapat persetujuan untuk mengibarkan bendera Palestina saat menjamu Wixams Wanderers.
Pertandingan, yang berada di bawah yurisdiksi Bedfordshire FA, tidak dilanjutkan setelah orang tua yang anaknya bermain untuk Wixams Wanderers meminta agar bendera Palestina diturunkan sebelum kick-off.
Baca Juga: HEBOH 2 Orang Tewas Diterkam Harimau, Warga Ngamuk Bakar TNBBS Lampung Barat
Orang tua pemain, yang merupakan seorang Yahudi dan keturunan Israel, mengatakan kepada perwakilan dari tim lawan bahwa bendera tersebut membuat dia dan anaknya merasa tidak nyaman.
Diketahui pelatih QPCFC menurunkan bendera-bendera tersebut, hanya untuk kemudian dipasang kembali oleh anggota staf klub lainnya.
Baca Juga: Pemeran Bayi Matahari di Teletubbies Umumkan Anak Pertama, Gibran Rakabuming: Aku Udah Tua
Para pejabat QPCFC mengatakan bahwa mereka memiliki izin dari FA setempat untuk mengibarkan bendera Palestina.
Wixams, yang menolak berkomentar, memutuskan untuk pergi sebagai bentuk solidaritas terhadap pemain mereka.
Sementara FA Bedfordshire belum menanggapi pertanyaan tentang apakah mereka memberikan izin untuk mengubah warna bendera di sudut lapangan.
Baca Juga: Belum Usai, Korea Selatan Kini Buka Hotline untuk Dukung Para Dokter yang Menentang Aksi Mogok Kerja
QPCFC mengatakan di X bahwa pembatalan tersebut memberi mereka kesempatan untuk menyoroti gawatnya situasi di Gaza.
"Hari ini, pelatih U-8 kami memberi tahu kami bahwa tim lawan membatalkan pertandingan karena bendera sepak pojok Palestina. Tidak ada masalah dengan pengibaran bendera tersebut; telah dikonfirmasi oleh FA," tulis @QPCrescents.
"Namun, kami melihat insiden ini sebagai kesempatan untuk memberikan pencerahan kepada para pengikut kami tentang gentingnya situasi ini," tambahnya.
Para pegiat antisemitisme disadarkan akan masalah ini pada hari Senin dan masalah ini telah diselidiki oleh FA.
Seorang tokoh yang terlibat dalam penanganan antisemitisme mengatakan bahwa bendera Israel dan Palestina tidak diizinkan untuk digunakan di semua level sepak bola Inggris sejak serangan teror oleh Hamas pada tanggal 7 Oktober.
Baca Juga: Xavi Hernandez: Saya Berharap Napoli Menekan dan Kejar Bola seperti Kami
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







