Diduga Lecehkan Vinicius JR, Osasuna Sangkal Adanya Nyanyian Rasis Saat Menjamu Real Madrid

AKURAT.CO Osasuna membantah bahwa ada nyanyian rasis dari penggemar mereka selama kekalahan kandang 4-2 oleh Real Madrid akhir pekan lalu.
Dalam pernyataannya, Osasuna mengatakan tidak mentolelir apabila terjadi hal tersebut karena sikap anti-rasis mereka.
"Mengingat informasi yang dipublikasikan di media setelah siaran pers Real Madrid, yang menghadirkan El Sadar dengan perilaku rasis, Osasuna ingin mengklarifikasi bahwa tidak ada nyanyian rasis yang diucapkan (selama) pertandingan hari Sabtu," ujar klub dalam pernyataannya, dikutip Rabu (20/3/2024).
Baca Juga: Acuhkan Vinicius Jr Saat Terima Pelecehan, Real Madrid Laporkan Wasit ke RFEF
"Klub tidak akan mentolerir menodai reputasi penggemar Osasuna, yang, sepanjang sejarahnya, telah dikenal karena sikap anti-rasis mereka," ungkap klub.
Sebelumnya Real Madrid telah mengajukan keluhan terhadap wasit yang menangani pertandingan di stadion El Sadar karena tidak memasukkan dalam laporan pertandingannya terkait dugaan penghinaan yang ditujukan kepada penyerang mereka Vinicius Jr.
Menanggapi hal tersebut, Osasuna mengakui bahwa sejumlah kecil penggemar mereka menghina pemain asal Brasil itu dan klub mengutuk perilaku tersebut.
"Selain itu, Osasuna ingin menunjukkan penolakannya terhadap penghinaan (yang tidak memiliki referensi rasis) yang ditawarkan minoritas Sabtu lalu di El Sadar. Klub menolak nyanyian ini yang, sayangnya, para pemainnya juga harus menderita ketika mereka mengunjungi stadion LaLiga lainnya," tambah mereka.
Di sisi lain, Komite Teknis Wasit (CTA) Komite Disiplin Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF) mendukung pejabat pertandingan dan mengatakan tuduhan Real Madrid tidak adil.
"(CTA) ingin mengungkapkan dukungan total dan tanpa syarat untuk wasit Divisi Pertama Mr. Juan Martinez Munuera, menyusul tuduhan tidak adil yang dibuat oleh Real Madrid CF dalam keluhan mereka kepada Komite Kompetisi," kata CTA.
CTA melaporkan berdasarkan tinjauan audio selama pertandingan tidak terdengan indikasi yerkait dugaan pelecehan dan nyanyian rasis seperti yang dituduhkan.
Baca Juga: Lolly Diduga Utang Endorse hingga Rp90 Juta, Uangnya Dipakai untuk Apa?
"Klub yang disebutkan di atas menyinggung serangkaian peringatan yang dibuat oleh para pemainnya tentang teriakan atau nyanyian oleh publik terhadap pemain nomor tujuh dari klub mereka," jelasnya
"Kami harus mengklarifikasi bahwa setelah audio pertandingan ditinjau, tidak ada indikasi yang terdengar dari pemain Real Madrid CF mengenai masalah ini atau setelah pertandingan, apakah delegasi klub memberi tahu wasit tentang insiden apa pun yang terkait dengan teriakan atau nyanyian ini," tambahnya.
Baca Juga: Cegah Warganya Berjoget di Jalan, PM Kamboja Larang Klakson Musik Bagi Kendaraan
Komite menambahkan bahwa wasit memang merefleksikan dalam laporannya insiden yang dia anggap signifikan dengan memenuhi tugasnya dalam perang melawan kekerasan, rasisme, dan xenophobia.
Referensi untuk nyanyian kasar yang ditujukan pada Vinicius JR di paruh pertama pertandingan dimasukkan dalam laporan insiden terpisah yang disusun oleh CTA, salinannya dilampirkan pada pernyataan CTA.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








