Klub Liga Inggris Leicester City Rugi Hingga Rp1,7 Triliun dalam Laporan Keuangan Terbaru

AKURAT.CO Klub Championship Inggris, Leicester City, membukukan kerugian sebelum pajak sebesar 89,7 juta Pound, sekitar Rp1,7 triliun untuk musim 2022-2023.
Hal tersebut lantas menjadi salah satu penyebab tim East Midlands itu berakhir terdegradasi dari Liga Premier Inggris.
Leicester City bisa menghadapi pengurangan poin setelah liga papan atas melaporkan mereka ke komisi independen pada bulan Maret atas dugaan pelanggaran aturan pengeluaran liga.
Mereka telah mengeluarkan dua proses hukum terhadap Liga Premier dan Liga Sepak Bola Inggris (EFL).
Baca Juga: Dikritik Mantan Kapten MU, Guardiola Bela Erling Haaland: Dia Adalah Striker Terbaik di Dunia
“Setelah periode pertumbuhan dan kesuksesan yang berkelanjutan bagi klub selama dekade terakhir, musim 2022-23 merupakan kemunduran yang signifikan, yang konsekuensinya akan terasa dalam beberapa waktu,” kata Kepala Eksekutif Leicester, Susan Whelan dalam sebuah pernyataan, dikutip Rabu (3/4/2024).
Baca Juga: Gempa 7,3 SR Guncang Taiwan hingga Muncul Peringatan Tsunami, yang Terbesar Sejak 1999
Sebelumnya, Leicester telah membukukan rekor kerugian klub sebesar 92,5 juta Pound untuk musim 2021-2022, sementara mengumumkan kerugian sebelum pajak sebesar 33,1 juta Pound pada tahun sebelumnya.
Susan mengatakan bahwa target klubnya dan anggaran terkait untuk tahun 2022-2023 sepenuhnya masuk akal.
Baca Juga: 10 Warna Baju Lebaran yang Lagi Tren Tahun 2024
Namun untuk klub seperti Leicester, kata Susan, yang prestasi olahraganya berkelanjutan telah membenarkan tingkat investasi yang diperlukan untuk bersaing dengan klub-klub paling mapan.
“Musim dengan kinerja buruk yang signifikan di lapangan menghadirkan tantangan finansial, terutama dari perspektif peraturan profitabilitas dan keberlanjutan olahraga saat ini," ungkapnya.
Sebagai informasi, klub-klub Liga Inggris diperbolehkan kehilangan 105 juta Pound selama tiga musim.
Baca Juga: Meski Terkoreksi 6 Persen dalam Sepekan, Ini Alasan Investasi Bitcoin Tetap Diminati
Di sisi lain, jika terbukti bersalah, Leicester dapat menjadi klub ketiga yang menghadapi pengurangan poin karena melanggar aturan pengeluaran Liga Premier setelah Everton dan Nottingham Forest.
Baca Juga: 5 Puisi Malam Lailatul Qadar, Penuh Keagungan dan Mampu Pertebal Keimanan
Leicester sendiri merupakan juara Liga Premier Inggris musim 2015-16. Mereka sekarang berada di urutan ketiga di Championship, dua poin di belakang pemimpin klasemen Ipswich Town dan satu poin lebih sedikit dari tim urutan kedua Leeds United tetapi dengan satu pertandingan tersisa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








