Potensi Gol Barcelona tak Diakui, Xavi Hernandez Kecam Ketiadaan Teknologi Garis Gawang di La Liga

AKURAT.CO, Pelatih Barcelona, Xavi Hernandez, tak melewatkan kesempatan untuk berbicara soal kontroversi ketiadaan teknologi garis gawang di La Liga Spanyol. Xavi menyebut hal tersebut “tak terpuji”.
Pernyataan ini disampaikan Xavi Hernandez sehubungan dengan ketiadaan teknologi garis gawang yang membuat salah satu potensi gol Barcelona dalam laga melawan Real Madrid tidak disahkan wasit.
“Itu perbuatan tercela,” kata Xavi Hernandez sebagaimana dipetik dari BBC.
Barcelona tampak mendapatkan gol di babak pertama pada laga bertajuk El Clasico untuk laga ke-32 La Liga Spanyol 2023-2024 tersebut ketika kedudukan 1-1.
Baca Juga: Jude Bellingham Bawa Real Madrid Menangi El Clasico, Los Blancos Kian Dekat Jadi Juara
Sontekan Lamine Yamal masuk ke gawang namun didorong keluar oleh Kiper Madrid, Andriy Lunin.
Dari tayangan lambat, bola tampak masuk ke garis gawang. Namun, wasit Cesar Soto Grado menganggap bola tak masuk secara penuh ke gawang setelah berkonsultasi dengan operator VAR dan skor tetap 1-1.
Xavi Hernandez mengatakan bahwa jika gol tersebut disahkan, maka jalannya pertandingan akan berbeda.
Barcelona memang sempat kembali unggul melalui gol Fermin Lopez di babak kedua namun akhirnya kalah 2-3 karena gol Lucas Vazquez dan Jude Bellingham.
“Jika kita ingin menjadi liga terbaik di dunia kita harus maju di hal ini, Anda harus punya teknologi,” ucap Xavi.
Baca Juga: Xavi Hernandez Akui Barcelona Gagal Manfaatkan Peluang Pangkas Selisih dengan Madrid
Pernyataan Xavi diamini oleh kipernya, Marc-Andre Ter Stegen. Kiper Tim Nasional Jerman itu mengatakan bahwa penilaian wasit atas insiden Lamine Yamal sebagai hal yang memalukan.
“Ini memalukan untuk sepakbola, saya tidak bisa bicara apa-apa lagi,” kata Ter Stegen. “Ada banyak uang di dunia ini dan tidak ada uang untuk hal (teknologi) yang penting.”
Kekalahan atas Real Madrid cukup signifikan terhadap peluang Barcelona bersaing untuk gelar La Liga Spanyol. Madrid kini unggul sebelas angka di posisi teratas dari Barcelona di peringkat kedua.
La Liga sendiri masih tersisa enam pertandingan lagi di mana Madrid cukup memenangi empat untuk menjadi juara. Dengan catatan Barcelona memenangi seluruh pertandingan tersisa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








