Serikat Pesepakbola Mulai Gulirkan Gugatan Hukum terhadap Piala Dunia Antar Klub FIFA

AKURAT.CO, Serikat Pesepakbola Profesional Dunia (Fifpro) mulai menggulirkan gugatan hukum terhadap FIFA sehubungan perluasan Piala Dunia Antar Klub menjadi 32 tim peserta. Gugatan ini diajukan melalui pengadilan di Brussels, Belgia, Kamis (13/6).
Sebagaimana dikabarkan The Guardian, Fifpro yang dimotori oleh Asosiasi Pesepakbola Profesional Inggris (PFA) dan Prancis (UNFP) menantang keputusan FIFA yang memulai Piala Dunia Antar Klub dengan 32 peserta pada 2025.
“Gugatan ini mempersoalkan dasar hukum keputusan FIFA yang secara sepihak mengatur kalender pertandingan internasional dan, secara khusus, keputusan untuk mengadakan dan menjadwalkan Piala Dunia Antar Klub FIFA 2025,” kata Fifpro.
Baca Juga: Serikat Pesepakbola Ancam Lakukan Aksi jika FIFA Paksakan Piala Dunia Antar Klub 32 Tim
Fifpro dan koleganya menganggap bahwa Piala Dunia Antar Klub 2025 menempatkan pemain dalam risiko kelebihan beban kerja. PFA menyebut bahwa mereka berusaha menegakkan hak pemain untuk dijamin dan dilindungi.
“Ini adalah momen penting bagi para pemain dan hak mereka sebagai pekerja,” kata Pemimpin Eksekutif PFA, Maheta Molango. “Semua orang di sepakbola tahu bahwa kalender jadwal dilanggar sampai ke titik bahwa itu saat ini tidak bisa lagi dilakukan.”
PFA menyoroti kalender sepakbola yang tak ada hentinya mulai musim 2024-2025 sampai 2025-2026 dengan keberadaan Piala Dunia Antar Klub.
Liga Primer Inggris, misalnya, berakhir pada 25 Mei 2025 diikuti final Liga Champions pada 31 Mei. Kemudian ada jeda internasional pada 2-10 Juni dilanjutkan dengan Piala Dunia Antar Klub pada 14 Juni–13 Juli.
Baca Juga: Piala Dunia Antar Klub 32 Peserta Bahayakan Pemain, FIFA Terancam Digugat secara Hukum
Dengan Liga Primer dijadwalkan dimulai lagi pada pertengahan Agustus 2025 akan ada penyesuaian dengan jadwal pramusim. Jika pramusim tetap digelar maka pemain praktis tak mendapatkan masa libur selepas bermain semusim penuh.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, menggambarkan bahwa perselisihan hukum soal Piala Dunia Antar Klub adalah hal yang sia-sia.
Infantino mengatakan bahwa turnamen dilakukan untuk menambah pemasukan bagi FIFA demi membiayai sepakbola di seluruh dunia. Piala Dunia Antar Klub, katanya, hanyalah satu persen dari total pertandingan klub-klub top di seluruh dunia.
FIFA juga mengatakan bahwa mereka berhak untuk menentukan parameter kompetisi dengan menghormati regulasi kerangka kerja yang berlaku.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








