AKURAT.CO, Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga, mengabarkan bahwa bakal ada tambahan pemain keturunan yang bakal membela Timnas Indonesia.
Arya Sinulingga mengatakan bahwa PSSI saat ini tengah melakukan proses naturalisasi untuk pemain keturunan Indonesia yang baru.
Namun saat disinggung mengenai identitas pemain keturunan tersebut, memang Arya masih belum mau membuka secara gamblang.
Baca Juga: Blak-blakan! Exco PSSI Sebut Banyaknya Pemain Keturunan karena Pemain Lokal Butuh Panutan Mental
“Apakah ada dalam proses ini (pemain keturunan baru)? Ada,” ucap Arya melalui akun Youtube pribadinya.
“Tapi seperti biasa kami tidak akan beritahu, proses dokumen sudah kita siapkan."
Arya menjelaskan bahwa memproses pemain keturunan untuk bisa menjadi pemain Timnas Indonesia tidaklah mudah.
Perkara waktu menjadi tantangan besar PSSI dalam memproses naturalisasi pemain keturunan.
Arya menegaskan bahwa PSSI ingin pemain tersebut tiba di Indonesia. Mereka juga baru bisa datang saat jeda International FIFA Matchday pada September mendatang.
Selain itu, pemain keturunan ini harus mengikuti semua proses yang cukup panjang agar bisa menjadi Warga Negara Indonesia.
Baca Juga: Timnas Indonesia U-19 Kembali TC 11 Agustus 2024, Diperkuat 3 Pemain Keturunan Baru
“Masalahnya mereka harus ke Indonesia terlebih dahulu. Ada proses yang harus dilalui, administrasi, dan sebagainya,” ucap Arya.
“Jadi mereka harus tetap ke Indonesia, tanggal 5 September baru bisa datang karena memang FIFA Matchday."
Permasalahan untuk memproses naturalisasi pemain keturunan juga tak berhenti di situ. Arya menilai ada tantangan lain yang harus dihadapi PSSI pada tahun ini.
Di mana para anggota DPR RI tahun ini yang mengesahkan pemain keturunan masa baktinya selesai pada 30 September sebelum nantinya digantikan oleh para anggota terpilih.
Sehingga PSSI memang harus bergerak cepat bila memang mengebut dalam proses naturalisasi pemain keturunan dalam waktu dekat ini.
“Di situ akan kita lihat nanti siapa yang bisa hadir, itu baru proses, setelah itu kembali lagi proses di Kemenpora, Kemenkumham, naik ke presiden dan DPR," katanya.
"DPR kita akan selesai tanggal 30 September yang sekarang, dilantik tanggal 1 Oktober.
"Tidak sesederhana itu."