PSSI Umumkan Investigasi Pemukulan Wasit PON Aceh-Sumut Pekan Depan

AKURAT.CO PSSI sudah mulai bergerak cepat dalam melakukan investigasi guna mengusut insiden pemukulan terhadap wasit di perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX1 di Aceh-Sumut.
PSSI memang membentuk tim investigasi untuk mengusut insiden ini. Tim investigasi ini pun sudah mulai bekerja dan sudah mulai menemui titik terang terkait insiden yang mencoreng ranah sepak bola Indonesia.
Baca Juga: PSSI Investigasi Penonton tak Bertiket di GBK Semalam, Duga Keterlibatan 'Orang Dalam'
Diutarakan oleh Sekjen PSSI, Yunus Nusi mengatakan bahwa memang, tim Investigasi bentukan PSSI ini sudah melakukan investigasi sejak tiga hari lalu. Bahkan, PSSI sudah melakukan sidang awal terkait insiden ini.
Setidaknya dalam sidang awal ini, PSSI memanggil tujuh orang perangkat pertandingan yang bertugas pada laga tersebut.
Seperti diketahui wasit sepak bola di laga Aceh versus Sulteng bernama Eko Agus Sugiharto dipukul oleh pemain Sulteng hingga terkapar di Stadion Dimurthala Banda Aceh pada Sabtu malam, 14 September 2024.
“Sejak kami di Aceh tiga hari lalu, kita investigasi, kemudian kemarin sehari penuh langsung melakukan sidang dan ada tujuh yang kita panggil ke semua perangkat pertandingan,” buka Yunus Nusi saat ditemui di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (21/9/2024).
Baca Juga: Resmi, PSSI Angkat Yunus Nusi Sebagai Sekjen
Yunus pun menegaskan bahwa sidang tidak akan berhenti di sini saja. Sebab, untuk Senin pekan depan dirinya akan memanggil Rizky selaku pemain yang melakukan pemukulan terhadap wasit Eko yang bertugas di laga tersebut.
“Nanti hari Senin, kita akan memanggil si Rizki, pemain dari palu untuk sidang berikutnya hari Senin, mudah-mudahan Senin malam sudah ada keputusan, keputusannya kita serahkan ke Pak Ketum (Erick Thohir),” tukas Yunus Nusi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








