Jakmania Sebut Manajemen PersijaJakarta 'Bobrok', Ricky Nelson Fokus ke Sisa Laga Liga 1

AKURAT.CO, Kelompok suporter Persija Jakarta, The Jakmania, sepertinya sudah cukup muak dengan kepemimpinan Mochamad Prapanca sebagai direktur dan Bambang Pamungkas sebagai manajer tim mereka.
Jakmania sudah kecewa dengan kinerja keduanya di manajemen Persija Jakarta. Bahkan mereka dengan tegas membentangkan spanduk bertuliskan "Panca+BP= Dark System". Jelas dalam spanduk tersebut BP yang dimaksud adalah sosok Bambang Pamungkas.
Spanduk tersebut tampak jelas di tribun belakang gawang Persija Jakarta saat mereka menjamu Bali United di pekan 32 Liga 1 Indonesia 2024-2025 yang berlangsung di Jakarta Internasional Stadion (JIS), Sabtu (10/5) kemarin.
Tak hanya spanduk tersebut, ternyata ada spanduk lainnya yang bertuliskan "evaluasi atau angkat kaki, manajemen bobrok."
Baca Juga: Akui Laga Persija vs Bali United Berat, Ricky Nelson Andalkan Spirit Jakmania di JIS Besok
Memang rasa kekecewaan Jakmania cukup beralasan. Sebelum meraih kemenangan 3-0 saat menjamu Bali United, Persija Jakarta menelan dua kekalahan beruntun dan membuat mereka terlempar ke posisi kedelapan klasemen sementara Liga 1 2024-2025.
Disinggung soal ucapan kekecewaan Jakmania, Pelatih Sementara Persija Jakarta, Ricky Nelson, mengaku tidak tahu pasti.
“Soal kritik dari suporter, saya enggak tahu pasti suporter ini kan kayak apa, nyanyi-nyanyi seperti itu saya enggak tahu pasti,” ucap Ricky Nelson melalui keterangan resminya beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Tak Banyak Alasan, Rizky Ridho Minta Maaf kepada Jakmania setelah Persija Kalah atas Borneo
Lebih lanjut, Ricky Nelson menyebut apa yang dilakukan The Jakmania bisa berdampak untuk Rizky Ridho dan kawan-kawan.
Namun Ricky Nelson menegaskan bahwa anak asuhnya akan lebih fokus menatap dua laga sisa di Liga 1 musim 2024-2025. Menurutnya urusan kritik dari Jakmania biar menjadi urusan dari manajemen Persija Jakarta.
“Pengaruh enggak buat kita? Ya ada pengaruhnya ada juga," kata Ricky Nelson.
“Tetapi prinsip pemain dan tim pelatih kita yang berusaha untuk semaksimal aja. Pengaruhnya sepeti apa? Karena kita juga enggak tau juga apa yang mereka tuntut.
"Jadi saya pikir itu biar manejemen aja yang menjawabnya. Kami tim pelatih berusaha untuk memfokuskan pemain untuk tetap di dua game kita selesaikan dengan baik."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








