Akurat
Pemprov Sumsel

Delapan Klub Bola Luar Negeri Milik Pengusaha Indonesia, Salah Satunya Cetak Pemain Timnas Indonesia

Eko Krisyanto | 13 Juni 2025, 16:34 WIB
Delapan Klub Bola Luar Negeri Milik Pengusaha Indonesia, Salah Satunya Cetak Pemain Timnas Indonesia

AKURAT.CO, Sepakbola bukan hanya sekadar olahraga, tetapi juga bisnis yang menggiurkan.

Karena jumlah suporternya terus bertambah, kalangan pengusaha baik Eropa dan Timur Tengah melebarkan sayapnya untuk memiliki klub sepakbola di Eropa.

Namun, minat juga datang dari berbagai pengusaha yang ada di Indonesia. Mereka mencoba menunjukkan taringnya dengan mengakuisisi klub-klub luar negeri.
 
Langkah ini juga bukan hanya memperluas portofolio bisnis, tetapi juga membentuk soft power Indonesia di mata Dunia.
 

Delapan Klub Luar Negeri yang Dimiliki Pengusaha Indonesia

Oxford United (Inggris)- Erick Thohir
 
Sejak 2021 Oxford United diakuisisi oleh Erick Thohir dan Anindya Bakrie. Kehadiran keduanya perlahan membuat Oxford membaik tiap musim dan pada musim 2023-2024 mereka naik ke Divisi Championship (liga di bawah Premier League).
 
Mereka juga merekrut pemain Timnas Indonesia, yaitu Marselino Ferdinan dan juga Oleh Romeny.
 
Como 1907 (Italia)-Djarum Group
 
Klub yang dimiliki oleh Hartono bersaudara ini resmi diambilalih oleh Grup Djarum pada 2019. Klub ini tidak lahir sebagai tim besar di Serie A Italia, mereka hampir dinyatakan bangkrut pada 2016 sebelum akhirnya diselamatkan oleh Hartono bersaudara.
 
Como lambat laun berhasil bangkit sebagai kekuatan baru, pada akhirnya Como berhasil promosi ke Serie A. Pada musim 2024-2025 dan menjadi tim yang dapat diperhitungkan di Liga Italia, salah satu pemain Timnas Indonesia yang bermain adalah Emil Audero Mulyadi.
 
Brisbane Roar (Australia)-Bakrie Group 
 
Klub ini sudah sangat familiar di telinga masyarakat Indonesia sebab klub ini sudah dimiliki oleh Keluarga Bakrie sejak 2011.
 
Klub ini juga menjadi jembatan bagi pemain Indonesia untuk berkarier di luar negeri di antaranya yang pernah merasakan liga kasta tertinggi Australia ini adalah Yandi Sofyan, Sergio Van Dijk, dan juga Rafael Struick.
 
Lecce (Italia) - Alvin Siriatmadja
 
Klub yang berlaga di kasta tertinggi Liga Italia ini pada 2022 telah diakuisisi oleh CEO Emtek Group Alvin Siriatmadja.
 
 
Meskipun saham yang dimiliki hanya sepuluh persen, Lecce konsisten di Serie A . Pada musim 2023-2024 Lecce berada diposisi ke-14.
 
FCV Dender (Belgia) - Sihar Sitorus
 
Pengusaha Indonesia lainnya, yaitu Sihar Sitorus juga ikut membeli klub aepakbola FCV Dender, klub yang berangkat dari divisi tiga Belgia tersebut terus berkembang hingga akhirnya bermain di kasta tertinggi liga Belgia.
 
Popularitas klub ini semakin meningkat usai mereka merekrut pemain Timnas Indonesia Ragnar Oratmangoen.
 
Polillas Ceuta (Spanyol) - Batavia Sport Group
 
Klub kasta keempat Liga Spanyol ini dimiliki oleh Batavia Sport Group sejak 2020. BSG memiliki afiliasi kuat dengan SSB ternama di Indonesia yaitu ASIOP.
 
Karena kedekatannya tersebut Polillas kerap menjadi jembatan bagi pemain muda timnas Indonesia untuk menjajal keberuntungan di benua Biru.
 
Tranmere Rovers (Inggris) - Santini Group
 
Klub yang berlaga.di kasta keempat Liga Inggris ini dimiliki oleh Santini Group sejak 2019.
 
Meskipun tidak ada pemain Indonesia yang berseragam klub tersebut Tranmere Rovers telah bekerja sama dengan produsen aparel lokal Mills sebagai penyedia jersey resmi mereka sampai sekarang.
 
Estrela da Amadora (Portugal) - Pakuan Football Enterprise
 
Klub yang berasal dari Liga Portugal tersebut merupakan salah satu klub yang sahamnya dimiliki oleh perusahaan asal Indonesia, yaitu Pakuan Football Enterprise.
 
Klub tersebut awalnya tidak berapa di kasta tertinggi, namun pada musim 2022-2023 mereka berhasil promosi dan terus berkembang karena mendapatkan suntikan dana dari investor asing, termasuk dari Indonesia.
 
Laporan: Bayu Aji Pamungkas/magang
 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.