Persebaya vs PSIM: Meski Suporter Tandang Dilarang, Brajamusti ke Surabaya Silaturrahmi dengan Bonek
Leo Farhan | 8 Agustus 2025, 18:51 WIB

AKURAT.CO, Meski larangan bagi suporter tim tamu masih berlaku di Super League 2025-2026, sekelompok pendukung PSIM Yogyakarta yang tergabung dalam Laskar Aquamix Brotherhood Brajamusti tetap nekat mendatangi Surabaya.
Mereka memutuskan tetap berangkat ke Kota Pahlawan untuk menyaksikan laga perdana Super League 2025-2026 antara tuan rumah Persebaya Surabaya vs PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (8/8) malam.
"Karena kita ingin bersilaturahmi dengan teman-teman yang ada di sana (Bonek)," kata salah satu perwakilan Laskar Aquamix Brotherhood Brajamusti, Yoga, saat ditemui di Rest Area 519A Sragen, Jawa Tengah, Jumat (8/8) siang.
Hal senada diungkapkan suporter PSIM lainnya, Dehan. Menurutnya, perjalanan ini semata untuk menjaga hubungan baik dengan pendukung Persebaya.
"Supaya kita menyambung silaturrahim," kata Dehan menambahkan.
Dehan tak menampik bahwa pengurus pusat Brajamusti memang sudah memberikan imbauan untuk tidak melakukan perjalanan tandang. Namun, pihak Bonek sendiri disebutnya bersikap terbuka.
"Kalau dari pengurus pusat memang ada himbauan larangan away, tapi dari Bonek welcome, tetapi tanpa atribut," katanya.
Bahkan, kata Dehan, pihaknya sudah melakukan 'kulo nuwun' kepada suporter Persebaya, termasuk Bonek dan kelompok pendukung lainnya.
Terkait dengan hal ini, Yoga berharap ke depannya aturan larangan tandang bisa segera dihapuskan demi mempererat hubungan antarsuporter klub di Indonesia.
Baca Juga: Promosi ke Liga 1, PSIM Yogyakarta Datangkan Jebolan Manchester City dan Timnas Indonesia
"Selanjutnya, semoga (larangan) away itu dihapuskan, karena kita ingin bersilaturahmi dengan suporter-suporter dan teman-teman lain di luar kota yang lain," katanya.
Soal hubungan Brajamusti dengan Bonek, keduanya sepakat bahwa relasi kedua kelompok pendukung tersebut selama ini berjalan dengan baik.
"Kalau hubungannya dengan Bonek tentu baik," kata Yoga.
"Dari dahulu sudah baik sampai sekarang," tambah Dehan.
Menjelang laga malam ini, Dehan optimistis PSIM bisa meraih hasil maksimal dengan membawa pulang poin penuh ke Yogyakarta.
Sementara itu, Yoga menyebut untuk target realistis PSIM di musim ini adalah agar bisa bertahan di kasta tertinggi sepakbola Indonesia, Super League.
"Enggak muluk-muluk lah, yang penting cukup bertahan di Liga 1, sudah alhamdulillah," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









