AKURAT.CO, Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menegaskan larangan kehadiran suporter tim tamu sebenarnya masih berlaku pada laga Super League 2025-2026 antara Persebaya Surabaya dan PSIM Yogyakarta.
Meski begitu, Ferry Paulus mengapresiasi sikap damai pendukung PSIM Yogyakarta yang datang ke Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jumat (8/8), lalu untuk mendukung tim berjuluk Laskar Mataram tersebut.
"Memang larangan itu ada. Seperti beberapa waktu yang kita putuskan, bahwa ini menjadi catatan tentunya. Larangannya ada di Komdis untuk menindaklanjuti hasil dari kehadiran (suporter) PSIM sendiri," kata Ferry saat ditemu di Stadion GBT, Jumat (8/8).
Ferry menjelaskan, larangan suporter away sejatinya mengikuti arahan FIFA pasca-tragedi Kanjuruhan di mana federasi internasional tersebut memberikan panduan perbaikan sistem keamanan dan pengelolaan pertandingan.
"Larangan itu memang sesuai dengan apa yang sudah digariskan FIFA. Belum bisa diizinkan. Tetapi hal-hal positif yang hari ini terjadi menjadi catatan penting buat kita, supaya ini juga bisa menjadi terobosan yang baik," ujarnya.
Ia menilai, jika ke depan suporter tim tamu dapat hadir tanpa insiden dan menunjukkan sikap harmonis, hal ini bisa menjadi pertimbangan positif bagi FIFA untuk mencabut larangan tersebut.
"Manakala nanti FIFA melihat, meskipun (tuan rumah) kalah, suporter tamu datang dan sangat harmonis, ini jadi sesuatu yang positif. Mudah-mudahan ini juga menjadi terobosan untuk bisa mendapatkan izin," jelasnya.
Soal bentuk larangan, Ferry mengatakan arahan FIFA disampaikan secara implisit saat kunjungan ke Indonesia pasca tragedi Kanjuruhan.
Kehadiran FIFA untuk memberikan beberapa guidance untuk perbaikan. Sebelumnya ada lampu hijau untuk bisa diberikan izin kehadiran suporter tim tamu, namun beberapa catatan di penghujung musim lalu membuat itu kembali menjadi perhatian.
Ferry mengajak semua pihak untuk bersama-sama menciptakan atmosfer kondusif di stadion, agar proses perizinan kehadiran suporter tim tamu bisa segera terwujud.
"Kita semua harus sama-sama membangun dan memberikan satu dukungan yang sama seperti hari ini, supaya di hari-hari mendatang betul-betul bisa mendapatkan izin, seperti yang kita harapkan bersama," katanya.