Mendagri Malaysia Tegaskan Pelanggaran Statuta FIFA Soal 7 Pemain Naturalisasi Urusan FAM

AKURAT.CO, Isu pemalsuan dokumen pemain naturalisasi Tim Nasional Malaysia masih menjadi bola panas di Negeri Jiran–julukan Malaysia. Masalah ini bahkan sudah dibawa ke pembahasan parlemen mereka.
Pada Kamis (9/10) pagi ini, parlemen Malaysia mempertanyakan Menteri Dalam Negeri mereka, Saifuddin Nasution Ismail, tentang pemberian kewarganegaraan terhadap tujuh pemain naturalisasi yang dipersoalkan.
Kepada Saifuddin, sejumlah anggota parlemen menyoroti soal pemenuhan syarat kewarganegaraan seperti durasi masa tinggal di Malaysia dan penguasaan memadai bahasa Melayu sebagai bahasa nasional negara tersebut.
Baca Juga: FIFA Sanksi FAM dan 7 Pemain Naturalisasi Timnas Malaysia, Pangeran Johor Duga Ada 'Tangan Asing'
Soal ini, Saifuddin tak menjawab secara langsung namun ia mengisyaratkan bahwa Menteri Dalam Negeri memiliki hak untuk memberikan pengecualian kepada pemohon kewarganegaraan yang diatur dalam regulasi.
Saifuddin menyebut bahwa hak memberi pengecualian tersebut tertera dalam pasal 20 (1) (e) Perlembagaan Persekutuan Malaysia (Undang-Undang Dasar Federasi Malaysia).
“Ada pasal 20 (1) (e), di mana menteri boleh menggunakan budi bicara (kebijakan prerogatif),” kata Saifuddin Nasution.
Saifuddin juga bertahan dengan sikapnya sejak awal bahwa proses naturalisasi tujuh pemain bersangkutan sudah sesuai dengan aturan yang berlaku di Malaysia.
Namun, kata Saifuddin, adanya ketidaksesuaian pemenuhan syarat naturalisasi berdasarkan Statuta FIFA merupakan urusan Asosiasi Sepakbola Malaysia (FAM) dengan FIFA.
“Berapa banyak pemain bola yang kita loloskan (mendapat kewarganegaraan)? Dua puluh tiga, termasuk tujuh yang terbaru. Apakah jalur perundangan yang kita rujuk? Perlembagaan Persekutuan. Kemudian Kaidah-Kaidah Kewarganegaraan 1964. Kemudian dia mengajukan permohonan sendiri,” kata Saifuddin.
“Prosesnya cukup teliti, datang, kita ambil biometrik, kita wawancara dia, lengkap, maka dia mendapatkan kewarganegaraan. Masalah kelayakan mereka dengan FIFA, itu urusan FAM dengan FIFA yang saat ini sedang diurus di tahap banding dan sebagainya.”
FIFA sendiri telah menjatuhkan sanksi denda sebesar 350 ribu Franc Swiss kepada FAM dan 2.000 ribu Franc Swiss serta larangan beraktifitas selama 12 bulan kepada masing-masing pemain yang terlibat.
Para pemain tersebut adalah Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.
FIFA mendakwa FAM mengajukan dokumen palsu sehubungan akta lahir kakek atau nenek tujuh pemain tersebut sebagai syarat untuk bermain untuk Timnas Malaysia.
FAM menyebut bahwa hal tersebut merupakan kesalahan teknis. Mereka juga bersiap mengajukan banding dengan tempo tiga hari sejak FIFA mengeluarkan keputusan dan penjelasan resmi pada Senin (6/10) lalu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








